Deklarasi Aliansi UI Toleran/Medcom.id/Muhammad Al Hasan

Alumni Mendirikan Aliansi UI Toleran

Jakarta: Alumni dan guru besar Universitas Indonesia sepakat menangkap penyebar radikalisme dan terorisme di kampus. Paham itu diyakini menjadi salah satu faktor penggerus semangat toleransi.

"Kami melihat bahwa semangat toleransi akhir-akhir ini, terutama di lingkungan kampus UI mulai tergerus oleh berbagai sebab. Melihat kenyataan ini, maka kami mendeklarasikan berdirinya Aliansi UI Toleran," tegas Ketua Presidium Aliansi UI Toleran Donny Gahral Adian di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Agustus 2018.

Beberapa teror dan radikalisme yang akhir-akhir ini marak di Indonesia menjadi pendorong terbentuknya aliansi. Sebanyak 3.031 alumni UI membuat petisi agar almamaternya bebas dari radikalisme dan terorisme.

Petisi ini direspons baik Rektor UI Muhammad Anis. UI menyatakan menolak tegas paham radikal dan teror. Rektorat juga mendukung upaya alumni membersihkan lingkungan kampus dari paham tersebut.

Deklarasi Aliansi UI Toleran juga diisi diskusi publik soal radikalisme. Sejumlah tokoh seperti praktisi komunikasi Ade Armando, pengamat politik Fadjroel Rahman, mantan presenter Metro TV Prita Laura, Kartini Sjahrir, dan psikolog Kasandra Putranto menghadiri acara tersebut.

Editor : Githa Farahdina