• Card 1 of 30
Metro

Dana Talangan Rumah DP0 Rupiah Rp2,65 Triliun Setahun

Nur Azizah    •    10 April 2018 07:42

Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati/MI/Rommy Pujianto Kepala Bappeda DKI Tuty Kusumawati/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta menganggarkan lebih dari Rp2 triliun per tahun untuk menalangi uang muka program rumah Rp0. Kepala Bappeda Tuty Kusumawati mengatakan talangan yang diberikan sebesar 15 persen dari total harga rusun.

Harga rusun diasumsikan Rp350 juta per unit. Artinya, Pemprov menalangi Rp52,5 juta per satu rusun.

"Dukungan uang muka kami menganggarkan Rp2,625 triliun. Setiap tahun kita anggap ada 50 ribu konsumen yang akan mengakses rumah DP Rp0," tutur Tuty di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018.

Baca: Janji Anies-Sandi Bangun 250 Ribu Rusun Dipertanyakan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menargetkan membangun 250 ribu rusun dalam lima tahun atau 50 ribu rusun setiap tahun. Target itu dituangkan dalam  rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI 2018-2022.

Sementara anggarannya masuk dalam APBD Perubahan 2018. Pada 5 Maret 2018, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Agustino Darmawan menegaskan uang muka yang diberikan Pemprov bukan subsidi.

Masyarakat tetap diminta mengembalikan melalui cicilan. Cicilan DP dapat diangsur bersama cicilan rumah dengan tenggat maksimal 20 tahun.

Pemprov DKI juga akan menganggarkan Rp1,25 triliun untuk pengadaan lahan rusun. Rusun akan dibangun di kawasan pinggiran Jakarta Utara, Barat, Timur, maupun Selatan untuk menjaga harga unit tetap terjangkau.

 Selain membeli lahan, Pemprov DKI akan menagih kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) dari pihak swasta. Menurut Sekretaris Daerah DKI Saefullah, KLB dari pihak swasta bisa mencapai 20 hektare.