korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 23 Oktober 2018 15:26
  1. Hakim Tegur Irvanto
  2. Novanto Kembalikan Lagi Rp862 Juta ke KPK
  3. Jaksa Cecar Irvanto Soal Penerimaan US$3,5 Juta
  4. KPK tak Puas Fredrich Divonis 7 Tahun Penjara
  5. KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara
  6. Hakim Jeldi Kritik Rendahnya Vonis Fredrich
  7. Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi
  8. Ahli Sebut Proyek KTP-el Berbau 'Amis' Sejak Awal
  9. Irvanto Diduga Kombinasikan Modus Pencucian Uang untuk Bantu Novanto
  10. Alasan Andi Narogong tak Dijebloskan ke Sukamiskin
  11. Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang
  12. KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto
  13. Fayakhun Disebut Minta Rp5 Miliar ke Agus Gumiwang
  14. Aziz Syamsuddin Bantah Terima Uang dari Irvanto
  15. Fayakhun Sebut Uang untuk Novanto tak Terkait KTP-el
  16. Rita Widyasari Dicecar soal Aliran Dana KTP-el
  17. Fayakhun hingga Rita Widyasari jadi Saksi Keponakan Novanto
  18. Novanto Sebut Mekeng Bisa Kualat
  19. Istri Mendampingi Irvanto Serahkan Uang ke Anak Chairuman
  20. Andi Narogong: Novanto Suruh Irvanto Bagikan Duit ke DPR
  21. Putra Chairuman Mengelak Pernah Terima Uang Titipan dari Irvanto
  22. Markus Nari Kembali Bantah Terima Uang Rp4 Miliar
  23. KPK Angkat Bicara soal Novanto di Rest Area Tol Purbaleunyi
  24. Mekeng Sebut 'Nyanyian' Novanto Pepesan Kosong
  25. Perburuan Tersangka Kasus KTP-el Berlanjut
  26. Aset Novanto Terancam Disita KPK
  27. Setya Novanto Akui Terima USD3,8 Juta dari Proyek KTP-el
  28. Setnov Masih Terima Gaji Rp19 Juta/Bulan
  29. Novanto Serahkan Dua Bidang Tanah Seharga Rp13 Miliar
  30. Setnov Bingung Uang USD3,5 Juta dari Andi Narogong Didakwakan Padanya
  • Card 1 of 30
Hukum

Hukuman Andi Narogong Diperberat Jadi 11 Tahun Bui

Juven Martua Sitompul    •    18 April 2018 19:56

Terdakwa Andi Narogong - ANT/Rosa Panggabean Terdakwa Andi Narogong - ANT/Rosa Panggabean

Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas vonis terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Hukuman Andi diperberat menjadi 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan penjara.

"Menyatakan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam dakwaan pertama," demikian bunyi amar putusan Andi Narogong yang dikutip Medcom.id dari laman Direktori Putusan Mahkamah Agung (MA), Rabu, 18 April 2018.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," tulis amar putusan banding Andi.

Dalam laman itu, dijelaskan juga putusan banding dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Daniel Dalle Pairunan dan hakim anggotanya I Nyoman Adi Juliasa, Achmad Yusak, Hening Tyastiyanto, dan Rusydi. Vonis tersebut dibacakan pada Selasa, 3 April 2018 lalu.

(Baca juga: Andi Narogong Marah Setoran ke Novanto Mampet)

Tak hanya itu, dalam amar putusan itu hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan kepada Andi yakni membayar uang pengganti sebesar US$2,5 juta dan Rp1,186 miliar dikurangi US$350 selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap subsider 2 tahun.

Putusan banding Andi ini lebih berat dari vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier 6 bulan kurungan. Sementara hukuman tambahan membayar uang pengganti tetap sama.

Pada perkara korupsi KTP-el, Andi didakwa memperkaya sejumlah pihak. Sejumlah nama mulai dari pejabat Kementerian Dalam Negeri, panitia lelang, hingga anggota DPR disebut menerima aliran dana haram dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Andi juga didakwa memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI dalam proyek yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun itu. 

(Baca juga: Andi Narogong Janji Ganti Uang Negara Sebesar USD2,5 Juta)

korupsi e-ktp
30cards

korupsi e-ktp

Updated 23 Oktober 2018 15:26
  1. Hakim Tegur Irvanto
  2. Novanto Kembalikan Lagi Rp862 Juta ke KPK
  3. Jaksa Cecar Irvanto Soal Penerimaan US$3,5 Juta
  4. KPK tak Puas Fredrich Divonis 7 Tahun Penjara
  5. KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara
  6. Hakim Jeldi Kritik Rendahnya Vonis Fredrich
  7. Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi
  8. Ahli Sebut Proyek KTP-el Berbau 'Amis' Sejak Awal
  9. Irvanto Diduga Kombinasikan Modus Pencucian Uang untuk Bantu Novanto
  10. Alasan Andi Narogong tak Dijebloskan ke Sukamiskin
  11. Terpidana Kasus KTP-el Dijebloskan ke Lapas Tangerang
  12. KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto
  13. Fayakhun Disebut Minta Rp5 Miliar ke Agus Gumiwang
  14. Aziz Syamsuddin Bantah Terima Uang dari Irvanto
  15. Fayakhun Sebut Uang untuk Novanto tak Terkait KTP-el
  16. Rita Widyasari Dicecar soal Aliran Dana KTP-el
  17. Fayakhun hingga Rita Widyasari jadi Saksi Keponakan Novanto
  18. Novanto Sebut Mekeng Bisa Kualat
  19. Istri Mendampingi Irvanto Serahkan Uang ke Anak Chairuman
  20. Andi Narogong: Novanto Suruh Irvanto Bagikan Duit ke DPR
  21. Putra Chairuman Mengelak Pernah Terima Uang Titipan dari Irvanto
  22. Markus Nari Kembali Bantah Terima Uang Rp4 Miliar
  23. KPK Angkat Bicara soal Novanto di Rest Area Tol Purbaleunyi
  24. Mekeng Sebut 'Nyanyian' Novanto Pepesan Kosong
  25. Perburuan Tersangka Kasus KTP-el Berlanjut
  26. Aset Novanto Terancam Disita KPK
  27. Setya Novanto Akui Terima USD3,8 Juta dari Proyek KTP-el
  28. Setnov Masih Terima Gaji Rp19 Juta/Bulan
  29. Novanto Serahkan Dua Bidang Tanah Seharga Rp13 Miliar
  30. Setnov Bingung Uang USD3,5 Juta dari Andi Narogong Didakwakan Padanya