Uni Eropa Sepakati Aturan Baru Pasar
Metrotvnews.com, Brussels: Para negosiator pemerintah dan parlemen Uni Eropa mencapai sebuah kesepakatan untuk memberlakukan aturan baru di pasar derivatif, instrumen tidak jelas yang dituding membantu menyebabkan krisis keuangan global.
Setelah perdebatan berbulan-bulan, kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk meningkatkan transparansi dalam perdagangan derivatif. Kesepakatan memaksa semua transaksi harus jelas melalui sebuah mitra pengimbang sentral (central counterparty) yang berdiri antara pembeli dan penjual.
"Era transaksi gelap dan curang telah berakhir," kata Komisioner Pasar Internal Uni Eropa, Michel Barnier, dalam sebuah pernyataan, Kamis (9/2).
"Dengan kesepakatan ini, kami membuat langkah besar bagi stabilitas keuangan. Dan kita secara substansial mengurangi risiko krisis keuangan masa depan, dengan semua konsekuensinya pada ekonomi riil, pertumbuhan, lapangan kerja dan anggaran publik," katanya.
Informasi tentang semua transaksi derivatif Eropa, termasuk yang diperdagangkan di "over the counter" (OTC), akan dilaporkan ke repositori perdagangan. Mereka akan dapat diakses oleh otoritas pengawas, termasuk oleh European Securities and Markets Authority (ESMA).
Kesepakatan itu membuat Uni Eropa dalam jalur untuk memenuhi komitmen yang dibuat pada pembicaraan G20 pada November tentang pengaturan sektor keuangan. Kesepakatan itu dimungkinkan setelah tercapai kompromi antara pemerintah-pemerintah pada bulan lalu.
Inggris ingin pengawas nasional memutuskan apakah tempat transaksi harus memiliki izin untuk beroperasi. Namun, Inggris setuju bahwa ESMA bisa menolak mereka jika datang dengan mayoritas dua pertiga di antara suara anggotanya.
London adalah kota bagi tiga perempat perdagangan Eropa dalam derivatif ini, dan mencakup setengah dari pasar global.
Semua parlemen Uni Eropa harus menyetujui kesepakatan itu sebelum dapat mulai diberlakukan. Kelompok hijau MEP Pascal Canfin menyambut kesepakatan itu, namun mengatakan itu bisa saja lebih ambisius.
"Wewenang ESMA terbatas," katanya. "Posisi Inggris dimenangkan oleh pemberlakuan veto nasional melalui pengawasan Eropa."
Konservatif Inggris MEP Kay Swinburne mengatakan, kesepakatan itu "masuk akal, proporsional dan menargetkan kelemahan di pasar derivatif global yang terbuka selama krisis keuangan."(Ant/BEY)



