IHSG Merosot 1,79 Persen
Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup tertekan 1,79 persen, dipicu dari harga saham dalam negeri yang sudah tergolong cukup tinggi nilainya.
IHSG BEI Jumat ditutup turun 71,03 poin atau 1,79 persen ke posisi 3.907,96. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 15,70 poin atau 2,26 persen ke posisi 678,77 poin.
"IHSG mengalami tekanan jual hebat diduga disebabkan dua faktor yakni domestik dan eksternal," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Jumat (10/2).
Ia mengemukakan bahwa faktor domestik dipicu dari beberapa broker asing yang menempatkan bursa saham Indonesia masuk dalam kategori premium atau mahal dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.
Kondisi itu, lanjut dia, otomatis menurunkan target harga dari beberapa saham-saham unggulan, seperti Astra Internasional (ASII) dan beberapa saham perbankan.(MI/DNI)




Ayo jual semua, krisis ekonomi telah masuk ke Indonesia.
Hanya segitu (setingkat sekolah dasar) keterangan dari perwira menengah (sebagusnya segera turun menjadi prajurit atau mengundurkan diri)? Belum lagi mengumpulkan semua data untuk menyesuaikan laporan emiten yang menipu supaya sesuai kenyataan. Lalu merancang bangun hubungan sebab akibat menggunakan teori berciri logika kalkulus untuk menilai harga saham setiap saat, ck ck ck. Padahal ketika kuliah minimal sungguh S1 Ekonomi dengan mata kuliah Manajemen Keuangan, perguruan tinggi wajib mengajarkan begitu demi pekerjaan perwira (sebagaimana pekerjaan minimal S1 Ekonomi) misalnya seperti pekerjaan Pak Sebayang.