AS Boyong 35 Perusahaan ke Indonesia
Metrotvnews.com, Jakarta: AS membawa 35 perusahaan ke Indonesia untuk melakukan misi perdagangan dan investasi.
Para anggota delegasi US ASEAN Business Council bertemu dengan pemerintah yang dipimpin Wakil Presiden Boediono dan pemimpin bisnis Indonesia untuk fokus pada pengembangan sektor infrastruktur, energi, dan jasa keuangan.
Demikian disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel di Kedutaan Besar AS, Jakarta, Jumat (10/2).
"Kita berbicara dengan pihak Indonesia untuk mempromosikan apa yang akan kita lakukan. Minggu ini kita punya delegasi 35 perusahaan dari berbagai sektor, berbicara dengan pemerintah secara konkret bagaimana meningkatkan perdagangan dan peluang investasi," katanya.
Marciel menyebutkan perusahaan-perusahaan besar AS, seperti Caterpillar, General Electric, dan Chevrolet datang ke Indonesia menjajaki kemungkinan peningkatan perdagangan dan investasi di Indonesia.
Tidak hanya itu perusahaan-perusahaan AS dan Indonesia bisa menemukan solusi yang menguntungkan untuk penggunaan teknologi.
"Jadi bagaimana kita bisa menemukan win-win solution untuk penggunaan teknologi, perdagangan, dan investasi. Pada akhirnya bisa meningkatkan lapangan kerja," ujarnya.
Departemen Energi AS, US Overseas Private Investment Corporation, dan Badan Pengembangan Perdagangan turut serta dalam diskusi bersama perusahaan-perusahaan Indonesia guna mendukung studi kelayakan dan investasi proyek energi dan infrastruktur di Indonesia.(MI/DNI)




SETUJU..Indonesia hanya akan dijadikan 'Pasar produk MutAkhir' perusahaan besar mereka. Tetapi mereka hanya mau beli hasil "kekayaan alam" Indonesia. Tunggu sampai Indonesia 'habis manis, sepah dibuang." Cina aja pintar, tidak mau membuka lebar pasar produk oleh Amerika Serikat. Justru, kebijakan neokapitalisme ini hanya akan menghancurkan perusahaan lokal yang memang belum siap bersaing secara global. Jadi, kebijakan pemerintah yang kondusif untuk perusahaan lokal, sangat diperlukan untuk menghindari tingkat pengangguran dan krisis asia lebih lanjut.