Pemerintah Didesak Kembali Salurkan Pembiayaan Perumahan

Ekonomi - / Jumat, 10 Februari 2012 22:31 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Realestat Indonesia (REI) mendesak pemerintah segera melakukan langkah strategis untuk segera menyalurkan kembali Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Penyaluran FLPP berhenti sejak dua bulan silam.

"Kami sudah temui Menpera dan mendesak untuk diselesaikan kisruh FLPP, setelah terhenti sejak dua bulan terakhir," kata Ketua Umum DPP REI Setyo Muharso saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/2), terkait HUT REI ke-40.

Setyo menegaskan, sejak terhentinya FLPP, itu tak hanya merugikan pengembang, tetapi juga konsumen. "Jika ini berlarut makin jauh harapan untuk menyelesaikan backlog perumahan nasional yang kini sudah mencapai 13,6 juta," katanya.

Padahal, katanya, pada sisi lain, jika pengembang ditargetkan membangun hingga 234 ribu unit tahun ini bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka hal itu dapat menyerap tenaga kerja hingga 1,84 juta pekerja.

Menurut dia, permasalahan perumahan bukan pada suku bunga dan angsuran karena perbedaan tipis suku bunga 1-2 persen, hanya menyebabkan selisih Rp50-60 ribu saja per cicilan.

"Selisih sebesar itu masih bisa ditolerir oleh masyarakat," katanya.

Yang jadi persoalan memberatkan itu, katanya, terkait uang muka. "Mestinya cukup dengan tanda jadi Rp500 ribu dan cicilan uang muka per bulan Rp500 ribu selama empat bulan, MBR sudah bisa memiliki rumah sederhana tapak," katanya

Setyo menilai, kisruh FLPP ini timbul karena pemerintah melalui Menpera Djan Faridz, tidak intensif berkomunikasi dengan pihak terkait. "Hanya persoalan komunikasi," katanya.

Selain itu, dia mengusulkan masa tenor pengembalian kredit bisa diperpanjang minimal 25 tahun. "Ini tentu lebih meringankan MBR," katanya.

REI sejak dilahirkan pada 11 Februari 1972, hingga ini menaungi hampir 3000 perusahaan properti dan hingga kini telah terbangun tiga juta unit bagi MBR.(Ant/ICH)



Bookmark and Share

Komentar [1]

  • Master, Sabtu, 11-Februari-2012

    REI mau enaknya saja. Kurangi marjin laba pengembang, kurangi beban penjualan dan pemasaran, kurangi ongkos produksi sehingga harga rumah sederhana menjadi murah sehingga cicilan rendah dan waktu pelunasan cepat. Selain itu jangan sok beli rumah kalau tidak cukup uang, sebagusnya menyewa atau mundurlah kembali ke kampung.

Kirim Komentar Anda

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *