Industri Batik Meningkat 20 Persen
Metrotvnews.com, Jakarta: Industri batik nasional mengalami peningkatan year on year sebanyak 20 persen. Perkembangan itu didukung penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Pertumbuhan industru batik tampak pada World Batik Summit tahun lalu. Omset peserta ajang tersebut mencapai Rp31,5 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Industri batik nasional tak lagi mengalami diskriminasi. Sebab, masing-masing tipe batik memiliki pangsa pasar.
Batik terbagi tiga jenis yaitu tulis, cap, dan gabungan antara tulis dengan cap. Masing-masing jenis memiliki ciri khas. Sehingga pedagang batik daerah optimistis pada hasil penjualan.
Dewan Pengurus Yayasan Batik Indonesia, Gunarijah Kartasasmita, mengakui pertumbuhan industri tersebut. Tapi, persaingan antara pengusaha besar dengan kecil menghasilkan peminjaman dana atau ijon.
Gunarijah berusaha menghilangkan ijon. Sehingga pengusaha kecil bisa mendapat modal tanpa perlu meminjam ke pengusaha besar.
Menurutnya, hambatan industri masih banyak. Satu di antaranya regenerasi pengrajin batik. Lantaran itu, ia mendesak pemerintah membuat cetak biru bagi industri batik sehingga memudahkan ketersediaan bahan baku.(RRN)



