Veipai sespan. silodrome/shanghaicustom

Veipai, Vespa from China with Electricity

Metrotvnews.com: Sejak awal perkembangannya hingga sekarang, industri otomotif Tiongkok masih lekat dengan citra sebagai plagiator. Mereka tak segan menjiplak mentah-mentah desain produk ternama, sedikit mengubah dimensinya lalu menempelkan merek plesetan dari aslinya.

Tapi belakangan mereka terus berbenah bahkan menghasilkan banyak produk desain original dengan teknologi inovatif, terutama untuk kendaraan listrik roda empat dan dua. Bahkan selama satu dekade terakhir Tiongkok adalah produsen kendaraan listrik dan memiliki populasi kendaraan listrik terbesar di dunia. Plagiat sekaligus inovatif, situasi yang kontradiksi.

Contoh kasus terbaru kontradiksi itu adalah Veipai, sebuah skuter sespan karya Shanghai Custom. Melihat tampilan klasiknya yang diklaim sebagai konsep -juga merek berikut logo dan font- seketika kita akan mengenalinya sebagai Vespa. Hanya setelah mencermati detailnya, barulah perbedaan dengan produk ikonik dari Italia tersebut akan terlihat.



Sumber tenaga Veipai bukan mesin bakar layaknya Vespa. Melainkan mesin listrik 2000 Watt 200 Amp. Mesin yang menggerakkan hub roda belakang itu dipasok 12 baterei yang dihubungnya serial dan menghasilkan tenaga total hampir 100 Volt. Tim Shanghai Custom harus mengakali agar baterai sebanyak itu tidak memakan banyak tempat dan tambahan bobot berlebih yang membuat Veipai terlalu berat untuk bergerak cepat.

Hasilnya tidak mengecewakan. Kecepatan puncak Veipai tercatat 90 km/jam. Amat mencukupi untuk melaju di tengah kepadatan lalu lintas Shanghai yang amat padat merayap dan di pemukiman warga yang jalan-jalannya sempit. Unit sespan yang jok-nya dilengkapi sabuk pengaman pun mudah dicopot dan dipasang kembali demi kemudahan parkir.



Sespan itu pula yang membuat Veipai yang beroda lebih dari dua secara hukum masuk dalam katergori mobil. Sesuai UU tentang otomotif yang berlaku di sana, maka Veipai berhak mendapatkan subsidi pajak mobil listrik sehingga harganya bisa lebih terjangkau warga kebanyakan.


 

Editor : Luhur Hertanto