Ketika Bahasa Krisis Makna

Senin, 21 Juni 2010 21:18 WIB

Mulutmu harimaumu, kata pepatah. Seseorang akan dihargai karena lisannya. Jika bicaranya benar, maka akan berwibawa dan mampu menaklukkan teman dan lawan. Tetapi kalau omongannya tidak bisa dipegang dan dipercaya, maka dia akan menerkam dirinya. Maka hati-hatilah kalau berbicara. Terlebih jika seseorang menduduki jabatan publik, omongannya sangat dihormati, disegani dan dinanti sebagai sumber pencerahan dan pedoman masyarakat sehingga omongan penguasa disebut sabda.

Posisi yang tertinggi istilah sabda biasanya dilekatkan pada ucapan para Nabi, lalu untuk Tuhan digunakan istilah firman. Tetapi dalam tradisi Nusantara, sabda juga sering dilekatkan pada penguasa. Kalau dahulu Raja, kalau sekarang Presiden dan pejabat tinggi. Ini hanya untuk menunjukkan betapa masyarakat sangat menghargai petuah penguasa, dan juga sebuah peringatan agar pejabat tinggi kalau berbicara atau membuat statemen mesti benar dan hati-hati sebab implikasi sosialnya sangat besar.

Krisis Makna

Dengan membludaknya arus informasi yang disebarkan melalui media massa, telinga dan otak masyarakat dibanjiri oleh berbagai statemen politisi, pejabat tinggi negara, selebritas dan pengamat sosial yang semakin riuh rendah dan saling berbenturan. Belum lagi penyebaran informasi melalui Facebook, Twitter dan email, yang sesungguhnya tidak semuanya cocok disebut informasi melainkan gosip.

Dari berbagai obrolan ringan dengan warga masyarakat, mereka sering mengeluh tidak bisa lagi membedakan mana pernyataan publik yang benar dan yang salah, yang mesti dipegang dan dibuang. Terlebih ketika melihat sesama aparat negara pernyataannya saling berseberangan dan menyerang. Di mata masyarakat, lembaga DPR, polisi, kejaksaan, KPK, menteri dan presiden serta lembaga lain adalah aparatur negara karena digaji oleh negara. Suasana semakin membingungkan ketika oleh media televisi sengaja dibuat dramatisasi dan penajaman kalau ada perbedaan pendapat dan sikap.

Kalau saja pendidikan masyarakat sudah tinggi dan jajaran pemerintah memiliki wibawa di mata masyarakat, hiruk-pikuk dan benturan informasi itu tidak akan menimbulkan masalah karena rakyat bersikap kritis-selektif dan penjelasan pemerintah dapat diyakini kebenarannya. Tetapi saat ini terjadi krisis bahasa dan makna. Berbagai peristiwa pembunuhan, korupsi dan proses hukum terkesan tidak jelas, tidak tuntas dan tidak tegas penyelesaiannya, sehingga sangat wajar kalau masyarakat juga menjadi ragu terhadap kebenaran sabda penguasa.

Keraguan ini kian menjadi-jadi ketika penjelasan seputar peredaran video porno, misalnya, dinilai mengambang, berputar-putar, sementara masyarakat memiliki persepsi sendiri. Situasi ini menambah benang kusut lalu-lintas informasi yang membuat bahasa krisis makna. Wacana politik yang datang dari panggung Senayan juga sering menambah lalu-lalang statemen, opini dan gagasan yang ujungnya seringkali tidak jelas. Yang seru tentu saja permainan logika kalangan advokat yang senang adu tafsiran tentang pasal-pasal hukum yang kurang difahami masyarakat yang konon kabarnya besar bayarannya.

Sepanjang sejarahnya, baru setengah abad terakhir ini masyarakat dunia memasuki kehidupan baru dalam suatu dunia jejaring dan dunia visual yang mengaburkan batas antara yang riil dan yang maya. Jika ada video porno yang mirip wajah artis yang sudah amat beken, apakah itu dunia nyata ataukah maya?  Apakah itu rekayasa ataukah potret sebenarnya? Kalau memang maya, mengapa mesti diributkan dan masyarakat senang menontonnya?

Demikianlah, perubahan masyarakat yang demikian drastis selalu menimbulkan berbagai masalah dan tantangan baru yang tidak terbayangkan sebelumnya. Untuk mencari jawaban dan solusinya pun tidak mudah. Jawabannya selalu tertinggal di belakang, jauh di belakang. Jarak antara problem dan solusi cenderung berbanding antara deret hitung dan deret ukur. Dalam situasi demikian, maka sangat penting agar orangtua, guru dan pejabat tinggi menjaga lisan, hati-hati membuat pernyataan, karena sabda mereka diharapkan berfungsi bagaikan atap yang memberi pengayoman dan cahaya kebenaran. Bukan malah mengacaukan dan membingungkan. Kalau lisannya tidak bisa dipercaya, di mana lagi letak martabat manusia?

Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Bookmark and Share

KOMENTAR [5]

  • Nama LengkapM.Syahri Nurwahab, Selasa, 3-Agustus-2010

    Mereka takut berkata benar dan tegas karena akan segera tersingkir dan menyendiri, walau tadinya dia seorang mahasiswa yang berapi-api, aktifis yg lugas, atau tokoh yang berani. Begitu masuk kekuasaan, eksekutif, legislatif dan yudikatif..lemaslah dia bagai kena sihir kekuasaan...

  • Ruri Naldi, Rabu, 4-Juni-2010

    untuk Pak Trisno: menurut tulisan itu kan jelas disebut, "TIDAK SEMUANYA cocok disebut informasi melainkan gosip", artinya ada yg gosip dan ada juga yg informasi, jd bapak Komaruddin Hidayat tidak menyatakan semua nformasi apapun yang disebar melalui FB, Twitter dan email akan jadi "gosip".

  • Fandy Ivan Nugroho, Rabu, 4-Juni-2010

    seapapun itu, tuisan ini membuka pikiran saya. :)

  • poltak silaban, Selasa, 3-Juni-2010

    terimakasih bp.Komarudin Hidayat,,,semoga pencerahan bapak ini membawa indonesia menjadi bangsa yg lebih baik,saling menghargai perbedaan dan lebih bijak dalam berkata2 dan bertindak,,,mungkin bapak Menkoinfo bp. Tifatul Sembiring perlu belajar lagi kepada Bp. komarudin untuk menambah ilmu komunikasinya,,," semoga bp.Komarudin diberi kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam memajukan indonesia.

  • Trisno S. Sutanto, Selasa, 3-Juni-2010

    Menurut tulisan ini, "penyebaran informasi melalui Facebook, Twitter dan email, yang sesungguhnya tidak semuanya cocok disebut informasi melainkan gosip." Saya kira Komaruddin Hidayat lupa membedakan antara isi dengan bungkus. Karena, kalau mengikuti logikanya, informasi apapun yang disebar melalui FB, Twitter dan email akan jadi "gosip". Bagaimana, nih?

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *