Amerika Patenkan Pasak Bumi
Metrotvnews.com, Palangkaraya: Dosen senior Universitas Palangkaraya Kalimantan Tengah Profesor Ciptadi menyayangkan pasak bumi dari Pulau Kalimantan lebih dulu dipatenkan oleh orang Amerika. "Kasus ini tidak boleh lagi terjadi. Karena itu kita harus rajin dan tekun melakukan penelitian mengenai tumbuhan berkhasiat dan sejenisnya," kata Ciptadi.
Menurut guru besar bidang biokimia/kimia organik Universitas Palangkaraya itu pihaknya telah melakukan berbagai penelitian mengenai berbagai kandungan obat yang berada di dalam tanaman khas Kalimantan Tengah. Hasilnya akan segera didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau paten.
Ciptadi yang juga Ketua Lembaga Penelitian Universitas Palangkaraya tersebut menegaskan, beberapa obat tradisional telah menjalani proses penelitian, sehingga dapat dipastikan kegunaannya dan dapat dilaporkan. Antara lain, obat pencahar atau obat yang dapat melancarkan pencernaan secara alami, obat penambah vitalitas dengan tumbuhan tertentu, obat diabetes, obat penunda kehamilan.
Salah satu tumbuhan di Kalimantan Tengah yang sudah diteliti Universitas Palangkaraya adalah adanya senyawa di dalam tumbuhan Saluang Belum mampu meningkatkan vitalitas kaum lelaki setelah dilakukan penelitian saksama. Pihaknya juga menggenjot berbagai objek penelitian yang khas setempat, seperti pertanian lahan gambut, dan berbagai penelitian teknologi tepat guna.
Menurutnya, penemuan-penemuan senyawa baru yang ada di daerah ini tidak didahului oleh negara-negara asing. Dengan hutan tropis, termasuk hutan Kalimantan Tengah, dipercaya sebagai sumber senyawa organik terbesar di dunia. Ia mengakui hutan Kalimantan Tengah memiliki sumberdaya hayati yang sebagian besar belum digali dan dikaji, sehingga belum dimanfaatkan secara optimal.(Ant/DOR)




Semoga pesimis yang terlontar adalah optimis yang tersembunyi Kan masih banyak:Asri.Alami.Saripati.Sejati.Asli
jgn2 terong bentar lg dipatenkan ma orang lain, gawat ne...w gak bisa lalapan klw makan!!! ckckc......kasihan bansa ku ini
Mungkin sebentar lagi indonesia tinggal nama, gak ada identitas khas bangsa, semua kekayaan hasil bumi, seni budaya, dll diklaim dan di patenkan negara lain. Malang sekali Indonesia besar negaranya tapi lambat tindakannya dan gak perduli dengan kekayaan negeri sendiri. SEDIH SEDIH SEDIH !!!!!
Mungkin belum dibentuk panitia untuk itu, maklum negeri inikan harus ada panitia atau pansus baru segalanya dapat berjalan. Maklum kalau itu paten Negeri pamam SAM kan lebih kren, dan bangsa ini baru mau memanfaatkannya.
Anda jujur, tidak munafik dan apa adanya AGUS NDOG, ha.. ha..