Malaysia Minati Panser Pindad
Metrotvnews.com, Jakarta: Panser buatan Pindad menarik hati negeri jiran. Malaysia telah melakukan negosiasi untuk pembelian panser tersebut walau hingga kini belum ada kesepakatan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Sudarsono kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerja sejumlah menteri KIB II di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/1).
"Dengan Malaysia, kita sedang negosiasi panser," ujar Adik.
Panser Anoa tipe APC (6x6) sebelumnya sudah dipesan Kementerian Pertahanan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI AD. Pemerintah telah membuat kontrak senilai Rp1,1 triliun untuk 150 panser tipe 6x6 dan 4 panser tipe 4x4. Dari jumlah tersebut, sejumlah 93 unit sudah selesai pengerjaannya dan sudah diserahkan kepada pemerintah. Sisanya akan diselesaikan pada tahun 2010 yang dibagi dalam dua termin, yakni bulan Juli 2010 sebanyak 44 unit dan bulan September 2010 sebanyak 17 unit.
"Juli diserahkan 44 unit dan sisanya September sebanyak 17 unit," sambungnya.
Seluruh utang piutang untuk pembayaran kendaraan jenis angkut personel ini sudah diselesaikan oleh pemerintah begitu mereka menerima barang jadi. Namun, masih ada ganjalan terkait keinginan mengubah cara pembayarannya. Pindad menginginkan agar pemerintah memberikan uang muka pada awal pengerjaan yang akan digunakan sebagai modal kerja. Selama ini, pemerintah langsung membayar lunas pada saat penyerahan barang.
"Itu yang sedang kita usahakan. Sekarang yang sudah ada, Pindad buat, setelah diserahkan baru dibayar. Kita harap seperti pengadaan luar negeri, ada uang muka dan lain-lain. Ini yang akan kita bahas," cetusnya.
Dengan cara pembayaran demikian, industri Pindad mengandalkan pinjaman dari perbankan dalam negeri untuk biaya produksi dan operasional. Pindad di antaranya meminjam sebesar Rp350 miliar untuk pembuatan panser dengan bunga kredit mencapai lebih dari Rp12 miliar.
"Dengan kita membuat barangnya dulu baru dibayar, ada cost of money yang harus kita tanggung. Tapi, kalau kita tanyakan pemerintah ya seperti masuk kantong kiri dan keluar ke kantong kanan. Nantinya jadi beban pemerintah. Itu jawabannya, jadi ya kita kerjakan saja," cetusnya.
Meski demikian, pemerintah berkilah bahwa hal tersebut memang tidak tercantum dalam kontrak. Kontrak menyebutkan bahwa pemerintah membayar sesuai jumlah barang yang diterima.
"Ya gitu, kalau sudah jadi, sesuai kontraknya ya kita bayar. Seperti makan di restoran. Kontraknya begitu," jawab Menhan Purnomo Yusgiantoro.(MI/DSY)




Rasanya Malaysia udah memutuskan ambil panser bikinan lokal yang bekerja sama dengan TURKI ... gimana Mas Adik Avianto ...
mari kita acungkan jempol buat pt pindad yang bisa membuat panser sebagus panser anoha buat pindad indonesia siip deh semoga sukses selalu.
pindad memang luar biasa,ini membuktikan bahwa indonesia bisa menciptakan kendaraan taktis.Jangan kita trus bergantung dgn negara lain.Sebelum menjual ke negara lain,ada baiknya produksi dulu untuk negara,kalau smuax udah lengkap, baru jual ke negara lain.