Mantan Pemimpin Militer Sri Lanka Ditangkap

Internasional / Selasa, 9 Februari 2010 11:24 WIB

Metrotvnews.com, New Delhi: Pemerintah Sri Lanka, Senin (8/2) malam waktu setempat, menangkap mantan kepala staf angkatan darat dan calon yang kalah dalam pemilihan presiden Sri Lanka Sarath Fonseka. Ia ditangkap di Ibu Kota, Kolombo.

Selain Fonseka yang ditangkap polisi militer, Pemerintah Sri Lanka juga menangkap pejabat media Fonseka, Senaka de Silva. Fonseka akan dihadapkan ke pengadilan militer dengan beberapa tuduhan, termasuk bersekongkol untuk membunuh Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapakse.

Fonseka adalah penantang utama Rajapakse di dalam pemilihan presiden keenam di negeri itu pada 26 Januari lalu. Rajapakse sendiri menang dengan selisih 1,8 juta suara.

Fonseka adalah tokoh utama di dalam serangan militer pemerintah terhadap pemberontak Macan Tamil antara 2006 dan 2009. Ia meletakkan jabatan militer pada November 2009 dan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden sebagai calon bersama partai opsisi.

Penangkapan Fonseka langsung memunculkan kecaman dari Amerika Serikat yang mengkhawatiran penangkapan ini akan menambah buruk kondisi di Sri Lanka. "Kami mengikuti situasi secara seksama dan kami memiliki keprihatinan bahwa setiap tindakan harus sejalan dengan hukum Sri Lanka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Philip Crowley di Washington.(Ant/DSY)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *