Konflik Harimau-Manusia kian Parah
Metrotvnews.com, Tapaktuan: Konflik binatang buas dengan manusia di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, akhir-akhir ini, semakin sering terjadi. Di Kecamatan Meukek dan Labuhan Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kawanan harimau liar terus mengganggu ketenteraman manusia, terutama di waktu malam.
Selain itu, kawasan paling parah terjadi konflik harimau Sumatra dengan manusia di kawasan setempat, antara lain adalah Desa Limau Saring, Peulumat, Gunung Rotan, Jambo Papeuen, Buket Meueh, dan Desa Ladang Baro.
Camat Labuhan Haji Timur Rahmanuddin, Selasa (9/2), mengatakan, hewan langka dilindungi itu setiap malam keluar masuk berkeliaran di lokasi perkampungan penduduk. Puluhan ternak piaraan, seperti lembu, kambing, itik dan ayam, milik warga dimangsa si tubuh belang itu. Bahkan, beberapa waktu lalu, pada 31 Januari, dua petani pala bernama Ali Symasu, 43, dan Alidar, warga Desa Limau Saring, Labuhan Haji, sempat diterkam harimau ketika sedang membersihkan kebunnya. Walaupun berhasil menyelamatkan diri, mereka sangat trauma atas peristiwa yang mengancam jiwanya.
Karena itu, warga merasa ketakutan beraktivitas di kebun pingggiran hutan dan tidak berani keluar rumah saat malam tiba. Mereka merasa cemas terhadap kehadiran hewan buas itu. Apalagi, ada orang yang mengaku melihat langsung harimau berkeliaran saat malam.
Tingginya gangguan harimau di berbagai kawasan Aceh sekarang merupakan akibat kerusakan atau penebangan hutan sejak lima tahun terakhir yang semakin meraja lela. Karenanya, habitat binatang rimba seperti harimau, gajah, dan beruang madu, sekarang terganggu. Otomatis, kawanan binatang buas tersebut turun ke lokasi perkampungan masyarakat.
"Harimau sebenarnya tidak ingin mengganggu manusia. Tapi, itu karena harimau berpapasan saat mencari mangsa di hutan muda dekat perkampungan dengan manusia. Ketika itu, harimau menerkam secara spontan karena terkejut," kata Abubakar, Kepala BKSDA Banda Aceh, kepada Media Indonesia beberapa waktu silam.(MI/DSY)




Kita memang makhluk egois,sombong, tidak tahu malu dan terima kasih. Binatang mencari makan hanya untuk bertahan hidup dan setelah kenyang selesai,bandingkan dengan manusia......
Pada dasarnya sumua mahkuk hidup diciptakan oleh yang mahakuasa adalah memiliki fungsi dan tugas masing - masing untuk menjaga keseimbangan alam yang kita tempati saat ini, layaknya kita dapat hidup berdampingan dengan mahluk lain karena semua mahluk memiliki wilayah dan teretory yang telah menjadi haknya termasuk harimau, oleh sebat itu mari kita jaga wilayah dan teretory masing masing dengan tidak mengambil hak yang telah dimiliki satwa lain
Maka nya manusia nya jgn ke hutan malam2,,
ngapain juga malem2 ke hutan,,
Jangan salahkan harimaunya, salahkan kenapa rumah tempat untuk "mereka" bernaung ditebang atau bahkan hingga digunduli dan konsekuensinya adalah semakin dekat jarak tempat tinggal dan habitat mereka (harimau sumatra) tersebut.