Metrotvnews.com, Pontianak: Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menawarkan Pemerintah Singapura untuk bekerja sama dalam pengelolaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). "Selama ini, CPO dari Kalbar harus melewati Pelabuhan Belawan, di Medan," kata Gubernur Kalbar Cornelis di sela kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia Ashok Mirpuri di Pontianak, Selasa (9/2). Izin Usaha Perkebunan yang diterbitkan pemerintah daerah di Kalbar mencapai 2,3 juta hektare dengan realisasi tanam sekitar 500 ribu hektare Produksi CPO Kalbar setiap tahun sekitar 800 ribu ton. Namun, nilai jual CPO Kalbar berkurang Rp200 per kilogram karena harus menggunakan Pelabuhan Belawan sebelum diekspor ke berbagai negara. Gubernur Cornelis menambahkan, kalau Singapura berminat mengelola CPO di Kalbar, tidak perlu lagi dibawa ke Belawan. Pembeli CPO Kalbar juga banyak yang berasal dari Malaysia. Ia juga memperkirakan akan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap produksi CPO di Kalbar mulai tahun 2012. "Perkebunan yang sudah menanam akan mulai produksi tahun 2012. Kalau jadi semua, produksi CPO Kalbar naik drastis," katanya. Gubernur Cornelis juga menyampaikan berbagai potensi lain yang dapat dikelola di Kalbar seperti sektor perkebunan, pertambangan, peternakan dan pertanian. Dubes Singapura Ashok Mirpuri mengatakan akan menawarkan berbagai potensi yang ada di Kalbar kepada pengusaha di negaranya. "Cukup banyak peluang dan yang berinvestasi di Kalbar," kata Ashok Mirpuri.(Ant/BEY)