Warga Lempari Kantor PLN Karimun

Nusantara / Senin, 15 Februari 2010 02:22 WIB

Metrotvnews.com, Tanjungbalai Karimun: Ribuan warga Karimun melempari kantor Perusahaan Listrik Negara unit pelayanan Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, di jalan pertambangan Tanjungbalai, Ahad (14/2). Mereka memrotes pemadaman listrik yang kerap terjadi.

Aksi tersebut dipicu kekesalan warga atas pemadaman listrik oleh PLN. Tak pelak, massa melempari kantor PLN yang dijaga oleh polisi. Aparat berupaya meredam kemarahan warga. Namun upaya tersebut tidak mendapat tanggapan.

Warga geram dan menuntut janji kepala PLN unit pelayanan Tanjungbalai Karimun, Edy Firman, pada November 2009 silam. Saat itu, Edy Firman berjanji bakal lengser dari jabatannya bila krisis listrik masih belum teratasi hingga kini.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa juga menagih janji PLN yang sebelumnya menjamin pemadaman listrik pada 2010 bakal dikurangi. Warga pun mengaku akan menempuh jalur hukum atas kerugian akibat pemadaman listrik tersebut.(Agus Fathur Rohman/RAS)



Bookmark and Share

KOMENTAR [2]

  • kocuk, Rabu, 17-Februari-2010

    bagus, memang pemerintah tak becus untuk menagani fasiltas untuk rakyat, malu sama negara singapura dan malaysia, katanya ftz, omong kosong semua, banyak korupsiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  • yudi, Senin, 15-Februari-2010

    saya setuju kantor pln cabang t.balai karimun di demo, karena kami mau belajar jadi terganggu.

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *