Sekjen PBB Kutuk Kudeta Niger
Metrotvnews.com, New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Jumat (19/2), mengutuk kudeta di Niger. Ia menyeru pemerintah baru agar menepati janji untuk memulihkan hukum.
Ban juga mengeritik Presiden Mamadou Tandja karena telah berusaha mempertahankan jabatannya setelah masa jabatan keduanya berakhir. Kudeta di negara penghasil uranium di Afrika Barat, Kamis lalu, itu telah mengundang kecaman internasional.
Kudeta tersebut terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan pembaruan Tandja atas undang-undang dasar negeri itu pada 2009. Pembaruan itu berusaha memperpanjang kekuasaannya setelah berakhirnya masa jabatan keduanya, Desember lalu.
Tentara, yang mengambil-alih kekuasaan dan menangkap Tandja mendirikan apa yang mereka sebut Dewan Tertinggi bagi Pemulihan Demokrasi. Ban merujuk kepada pernyataan Dewan bahwa Dewan tersebut bermaksud memulihkan undang-undang dasar dan mendesak badan itu "agar melanjutkan upaya tersebut secepatnya melalui proses yang berlandaskan konsensus dan meliputi semua lapisan masyarakat Niger".
"Sekretaris Jenderal menyerukan ketenangan dan dihormatinya hukum serta hak asasi semua rakyat Niger," demikian isi pernyataan Ban. Ditambahkannya, PBB akan bekerja sama secara erat dengan Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat (ECOWAS) dan Uni Afrika guna menyelesaikan krisis tersebut.
Uni Afrika dan kelompok regional ECOWAS telah mengutuk pengambilalihan kekuasaan itu, tapi tak ada pernyataan bagi Tandja, yang telah dikecam karena berusaha melakukan pembaruan undang-undang dasar pada 2009 guna memperpanjang kekuasaannya setelah masa jabatan keduanya berahir. (Ant/DOR)



