Ikohi Desak Presiden Ungkap Kasus Orang Hilang
Metrotvnews.com, Jakarta: : Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengungkap keberadaan 13 aktivis yang keberadaannya tidak diketahui sejak 13 tahun lalu.
Desakan tersebut ditegaskan oleh Ketua Ikohi Mugiyanto di Jakarta, Senin (22/2). Mugiyanto yang datang bersama beberapa keluarga aktivis yang hilang mengatakan, desakan tersebut merupakan bagian dari empat rekomendasi yang telah diputuskan dalam sidang paripurna DPR RI 28 September 2009 yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal ini Presiden.
Saat itu Sidang paripurna DPR RI yang dipimpin Muhaimin Iskandar menyepakati empat butir rekomendasi terkait kasus penghilangan paksa aktivis pro demokrasi 1997-1998 adalah merekomendasikan Presiden untuk membentuk pengadilan HAM Ad-hoc, merekomendasikan Presiden serta segenap institusi pemerintah serta pihak terkait untuk segera melakukan pencarian terhadap 13 aktivis yang masih hilang, merekomendasikan pemerintah untuk merehabilitasi dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang hilang, serta merekomendasikan pemerintah agar segera meratifikasi konvensi anti penghilangan paksa sebagai bentuk komitmen dan dukungan untuk menghentikan praktek penghilangan paksa di Indonesia.
Dari keempat butir rekomendasi tersebut Ikohi menilai butir kedua adalah hal yang paling mendesak dan harus segera dilakukan. Misalnya dengan membentuk satgas atau tim pencari fakta, seperti pada kasus Munir atau Bibit-Chandra baru-baru ini. Presiden bisa menunjuk Andi Arief sebagai koordinatornya. Andi Arief yang saat ini termasuk staf khusus presiden merupakan salah satu korban penculikan yang selamat.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya berkutat dalam masalah politik kasus Century saja, tapi juga kasus ini yang sudah berlangsung belasan tahun menyisakan ketidakpastian pada keluarga korban," tutur Mugiyanto.
Menurutnya pemerintah tidak harus memulai dari nol menuntaskan kasus ini karena pihak Komnas HAM sebelumnya telah melakukan kajian dan memiliki data-data yang lengkap.
Paian Siahaan, ayah dari salah satu aktivis yang hilang Ucok Munandar Siahaan menilai saat ini Pesiden SBY belum melakukan tindakan nyata yang membuktikan pihaknya serius dan memiliki komitmen menuntaskan masalah yang sudah berlangsung selama 13 tahun ini. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya saat Presiden tidak menjadikan hal ini sebagai agenda 100 hari kerja.
"Padahal kami dan Ikohi merupakan kelompok masyarakat yang pertama kali melakukan audensi kepada Patrialis Akbar selaku Menteri Hukum dan HAM," papar Paian. (MI/ICH)



