MenLH Buka Konferensi B3 dan Kimia Internasional
Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup (MenLH), Gusti Muhammad Hatta secara resmi membuka Pertemuan Tiga Konvensi untuk bahan kimia dan bahan beracun serta berbahaya (B3) di Nusa Dua, Bali, Senin (22/2). Konvensi Simultaneous Extraordinary Meetings of the Conference of Parties to the Basel, Rotterdam and Stockholm Conventions (ExCOPs) itu dihadiri oleh sekitar 1.200 peserta dari 140 negara dan akan berlangsung sampai Rabu (24/2).
Pertemuan itu merupakan upaya dunia menangani bahan kimia dan limbah berbahaya yang dilaksanakan dengan pendekatan life cycle approach.
"Indonesia menjadi bagian dari sejarah penting dalam penanganan isu lingkungan hidup internasional, seperti Bali Roadmap yang menjadi dasar utama negosiasi perubahan iklim dan `Bali Declaration on Waste Management and Human Health` yang diadopsi sebagai Resolusi WHO. Diharapkan pertemuan kali ini akan menjadi tonggak sejarah yang penting pula," kata MenLH.
Dia mengatakan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat rentan terhadap illegal trafficking dan illegal dumping bahan dan limbah kimia. "Oleh karenanya pertemuan ini bermanfaat untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia untuk melindungi kesehatan dan lingkungan hidup kita," ujarnya.
Bagi Indonesia, pengaturan pengelolaan kimia di tingkat global melalui ketiga konvensi ini sangat penting, yaitu untuk dapat melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup dari dampak perpindahan lintas batas bahan dan limbah kimia yang berbahaya. Konvensi Basel mengatur perpindahan lintas batas limbah B3, konvensi Rotterdam mengatur perpindahan kimia dan pestisida melalui mekanisme Prior Informed Consent (PIC) dan Konvensi Stockholm terkait dengan pengelolaan Persistent Organic Pollutants (POPs).
Indonesia dan negara berkembang lainnya harus dapat memperjuangkan kepentingan mereka terkait dengan perlindungan kesehatan manusia dan lingkungan hidup dari dampak bahan dan limbah kimia. Keberhasilan proses sinergi ini akan menjadi model bagi berbagai proses sinergi dari konvensi-konvensi lainnya yang ada di bawah koordinasi UNEP.
MenLH Gusti Muhammad Hatta, sebagai President COP 9 Basel Convention akan memimpin proses negosiasi tingkat dunia ini bersama dengan President COP 4 Rotterdam Convention, Judy Beaumont dari Afrika Selatan, dan President COP 4 Stockholm Convention, Gholamhossein Dehghani dari Iran.(Ant/BEY)




maaf sebelumnya, kpd pembaca berita, saya mantan kepala pabrik dibidang industri kosmetik, setau saya sampai tahun 2009 indonesia belum ada sistem pengolahan limbah B3, hal ini saya ketahui saat perusahaan saya mendptkan hibah dr bank dunia, hal ini saya pernah tanyakan kpd instansi terkait, pdhal hibah utk program lingkungan hidup terus mengalir tp tdk ada yg digunakan utk sistem pengolahan limbah B3 ini, sebabnya kenapa saya kurang tau,yg hrs digrs bawahi hibah ini tdk gratis loh, krn nanti pemerintah hrs membayarnya dgn cara yg sdh disepakati dr pihak yg memberi dana dan yg menerima dana