Walhi Minta Penanganan Lapindo Disampaikan Terbuka
Metrotvnews.com, Surabaya: Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta penanganan lingkungan di sekitar semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. "Memang pemerintah telah melakukan berbagai upaya, namun hingga kini masih menyisakan persoalan yang tak berkesudahan," kata Direktur Walhi Jatim, Catur, di Surabaya, Senin (22/2).
Catur mengatakan sejak Mei 2006 hingga saat ini semburan lumpur di tiga kecamatan, yakni Porong, Tanggulangin, dan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, masih terus berlanjut. Peristiwa yang menenggelamkan ratusan rumah penduduk itu telah menjadi perhatian publik, baik secara nasional maupun internasional. "Kami memandang upaya-upaya yang dilakukan pemerintah melalui badan-badan publik perlu diinformasikan dengan baik kepada publik untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas kebijakan," katanya.
Ia berharap, pemberian informasi atas berbagai kebijakan dan tindakan strategis dari upaya-upaya pemerintah tersebut dapat mendorong pengetahuan publik atas kondisi yang selama ini masih berlangsung. Dengan begitu, publik bisa memahami kondisi sebenarnya yang terjadi pada semburan lumpur tersebut.
"Seperti kualitas lingkungan, terutama sungai yang menjadi tempat pembuangan lumpur Lapindo, masyarakat perlu tahu," katanya.
Selain itu masyarakat seharusnya juga perlu mendapatkan informasi terus-menerus mengenai pantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan dinas lainnya. Oleh sebab itu, Posko Keselamatan Korban Lapindo, Walhi Jawa Timur, Lembaga Hukum, HAM, dan Keadilan Indonesia (LHKI) Surabaya, dan Forum Warga Peduli Kebenaran (FWPK) Surabaya mengajukan surat permintaan informasi terkait penanganan semburan lumpur panas kepada badan-badan publik di Jatim, Senin.
Catur menambahkan, hal itu telah diatur dalam Pasal 22 Ayat 7 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam undang-undang itu dijelaskan, Badan Publik berkewajiban memberikan jawaban tertulis selambat-lambatnya sepuluh hari sejak permohonan informasi diterima.
"Demikian juga, kami meminta salinan SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) yang dikeluarkan Polda Jatim dalam kasus Lumpur Lapindo beberapa waktu lalu," katanya.(Ant/BEY)




SEPUTAR SEMBURAN LUMPUR PANAS
Saya sampaikan pengamatan sementara seputar semburan lumpur panas lapindo semoga
menjadi masukkan yang sangat penting, adapun beberapa hal yang saya sampaikan
berikut antara lain :
PUSAT SEMBURAN DITENGGELAMI BETON.
Efeknya adalah getaran di dalam dari tenggelamnya beton. Sedangkan pada sumur pusat semburan tanah didalamnya sensitif akibat dari kebocoran pengeboran. Penumpukan beton akan mengakibatkan air bertekanan tinggi yang menghasilkan lumpur panas menerobos dan menggerus tanah disekitar pusat semburan. Sehingga terjadi pelebaran diameter yang mengakibatkan semburan makin besar. Pelebaran diameter juga dapat diakibatkan karena lamanya waktu semburan yang hampir selama 4 tahun. Kalau pusat semburan makin besar mungkin semburan liar yang terjadi berkurang itu karena air bertekanan tinggi lebih cenderung fokus pada ruang yang lebih besar (pusat semburan). Kalau semburan liar yang terjadi setelah pelebaran diameter itu merupakan air bertekanan tinggi terperangkap dalam jumlah yang sangat kecil sehingga semburan liar yang terjadi berlangsung dalam waktu yang tidak lama. Tentang semburan liar terjadi suhunya tidak selalu tinggi itu karena air bertekanan tinggi mengalami kapilaritas (peresapan) sehingga air bertekanan tinggi tidak mampu keluar dan hanya memberikan gaya pada air tanah sehingga yang keluar kepermukaan hanya air tanah yang bersuhu rendah
(beberapa semburan liar yang terjadi suhunya rendah dan berlangsung pada waktu yang tidak lama)
FENOMENA SEMBURAN BERHENTI BEBERAPA SAAT
Itu merupakan penumpukan beton dengan diameter dengan ukuran bervariasi. Karena terjadi penumpukan maka semburan berhenti beberapa saat. Ketika semburan berhenti beberapa saat akibat penumpukan beton, lumpur panas hasil air bertekanan tinggi tidak bisa keluar dan menyebabkan penggerusan lapisan lempung oleh air bertekanan tinggi yang dapat membentuk wadah lumpur, sementara itu air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran maka air bertekanan tinggi terus-menerus memberikan gaya pada wadah lumpur, karena volume lumpur sangat besar dan air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran, cepat atau lambat lumpur panas hasil air bertekanan tinggi akan keluar. Sementara itu tanah disekitar pusat semburan sensitif akibat suhu tinggi dan getaran dari tenggelamnya beton. Sehingga dengan mudah daerah ini (pusat semburan lebih cenderung dilalui) penumpukan beton tidak lebih kedalaman 80m karena pusat semburan yang terjadi tidak pindah .
KEGAGALAN MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR DENGAN BERAT JENIS LUMPUR YANG LEBIH TINGGI
Selain karena kehabisan lumpur dengan berat jenis lumpur yang lebih tinggi, faktor lain yang mempengaruhi adalah suhu didalam yang sangat tinggi, sehingga lumpur dengan berat jenis yang lebih tinggi juga ikut tergerus.
TENTANG SEMBURAN YANG AKAN DIPREDIKSIKAN BERHENTI DALAM WAKTU 31 ATAU 100 TAHUN.
Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan semburan akan berhenti karena tidak ada yang mengetahui pasti berapa energi yang dipakai untuk menghasilkan semburan lumpur panas. Kalaupun semburan berhenti dari waktu diprediksikan tidak menutup kemungkinan dalam radius beberapa meter akan mengalami ambles atau longsor secara besar-besaran dan dampak lainnya akan menghadang dimasa yang akan datang
PERTANYAAN SAYA
a) Bagaimana bisa pusat semburan jaraknya 150m dari pengeboran ?
b) Apakah pada waktu tertentu pusat semburan memuntahkan atau mengeluarkan lumpur dengan volume lumpur yang lebih banyak ? Mengapa ?
c) Apakah pada mata air penduduk sekitar pusat semburan air asin ? Mengapa ?
( mohon dibalas untuk dugaan dan karya tulis saya)
Kegagalan pengeboran menyebabkan air bertekanan tinggi diantara partikel pasir menekan ke samping memberikan ruang gerak air bertekanan tinggi. Sehingga air bertekanan tinggi membuat daerah untuk dilalui. Dan dalam perjalanan mulanya air bertekanan tinggi melewati pori-pori dan meresap yang menyebabkan penggerusan sehingga air bertekanan tinggi membentuk sebuah daerah untuk dilalui, untuk mnghentikan kebocoran rasanya sangat sulit karena air bertekanan tinggi dalam waktu hampir 4 tahun sudah membuat daerah yang lebih luas bergerak. Lakukan pengeboran kembali diantara pusat semburan dengan pengeboran lama sesuai standart pengeboran, sebelum elakukan pengeboran baru tarik garik lurus antara pusat semburan dengan pengeboran lama cari jarak idealnya melaui perhitungan. Bor hingga kedalaman kebocoran, tentukan juga titik potong kedalaman pengeboran baru. Lumpur yang dihasilkan mengandung gas-gas asam yang beracun, semua upaya penanggulangan sudah maksimal, terpaksa menghentikan semburan dengan reaksi kimia, masukkan senyawa kimia ALKALI (HIDROKSIDA) agar bereaksi dengan fluida yang naik dari pusat semburan, masukkan dari pengeboran baru.
volume senyawa ALKALI (HIDROKSIDA) yang dimasukkan lebih dari atau sama dengan volume debit lumpur yang dikeluarkan dari pusat semburan.
Untuk memilih senyawa ALKALI(HIDROKSIDA), tentukan dengan viskositas lumpur, suhu lumpur, berat jenis lumpur dan ukuran partikel lumpur atau sesuaikan dengan pertanyaan saya pada nomor 5 poin b dan c. Gerakan fluida karena under grund akan membantu penghomogenan
Untuk penentuannya sebagai berikut:
A = ½ x B x C x D
E
F² = B²-C²+D²
ketrangan:
A = Jarak ideal untuk melakukan pengeboran baru (m)
B = Kedalaman kebocoran pengeboran (m)
C = Jarak antara pusat semburan dengan pengeboran lama(m)
D = Diameter pipa yang digunakan untuk melakukan pengeboran baru (m)
E = Debit perhari dari pusat semburan (m3)
F = Kedalaman kebocoran (m)
Untuk pengeboran baru tidak lebih atau sama dengan kebocoran pengeboran lama.
(kalau mungkin ada penentuan lain). Kalau bisa dimasukkan dari pengeboran lama tidak perlu melakukan pengeboran baru karena bisa langsung bereaksi.
Kalau dalam dalam waktu hampir 4 tahun bisa menenggelamkan sekian desa kalau dalam beberapa tahun kedepan berapa desa lagi yang akan tenggelam, ( maaf saya tidak bisa mengirimkan gambarnya melalui email,bila perlu bisa difaks-kan ).
untuk tamabahan.
Lumpur yang naik kepermukaan suhunya tinggi dengan disertai gas-gas beracun, NaOH mungkin yang efektif untuk bereaksi dengan fluida yang naik( kalau ada senyawa lain yang lebih efektif)
prinsip dari metode ini adalah menetralkan fluida yang bersuhu tinggi disertai gas-gas beracun.. NaOH yang dimasukkan akan bereaksi dengan fluida, NaOH juga dapat mengendapkan unsur-unsur logam berat yang ada dalam fluida. Jika fluida netral kebocoran pengeboran akan tersumbat endapan dari reaksi. Efek dari metode ini mungkin adalah mata air penduduk sekitar, pH mata air penduduk akan sedikit meningkat. (pertanyaan pada poin c) (mungkin ada senyawa lain yang lebih ekfetif).
Kalau bisa Sebelum melakukan metode tersebut pastikan sumur yang dilakukan pengeboran miring dalam keadaan tdak berfungsi agar senyawa yang dimasukkan hanya fokus tertuju pada pusat semburan dan beberapa semburan yang terjadi disekitarnya
(bisa disampaikan pada ahlinya)
Pengamatan saya hampir 4 tahun dan kejanggalan beberapa teori untuk semburan lumpur panas lapindo :
TEORI UNDERGRUND
Harusnya ada 2 pusat semburan diarah berlawanan diantara lokasi pengeboran.
TEORI MUD VULCANO / DANAU LUMPUR
Tidak dapat di pungkiri lumpur yang keluar berasal dari lapisan lempung akibat penggerusan air bertekanan tinggi.
TEORI GEMPA BUMI
Kalau menurut pengaruh gempa diyogyakarta harusnya terjadi gerakan spontan. Begitu gempa diyogya berlangsung, harusnya beberapa menit efeknya juga berimbas pada pusat semburan. Tapi yang terjadi selang waktu 2 hari (kalau boleh diizinkan bisa langsung dijelaskan dilokasi )
FENOMENA PUSAT SEMBURAN MENGELUARKAN MINYAK
Jika diizinkzn saya ingin menanyakan kapada pihak pengebor yang dulu dan ahli geologi untuk memperkuat dugaan saya. Mungkin pertanyaan ini bisa bermanfaat.
KESIMPULAN SAYA DALAM PENGAMATAN HAMPIR 4 TAHUN
Berdasarkan fakta dilokasi kejadian sulitnya upaya penaggulangan karena kemiringan naiknya fluida