Narkoba-HIV-AIDS Segera Masuk Kurikulum
Metrotvnews.com, Bengkulu: Badan Narkotika Provinsi (BNP) Bengkulu menggagas penyertaan pendidikan tentang narkotika dan obat-obatan berbahaya dan HIV (human immunodeficiency virus) - AIDS (acquired immuno deficiency syndrome) dalam kurikulum.
"Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Direktorat Narkoba Polda sudah menggagas pendidikan tentang bahaya narkoba dan HIV/Aids ke dalam kurikulum pendidikan untuk mencegah sejak dini penyalahgunaan barang terlarang itu," kata Kepala BNP Bengkulu, Syamsu Ridwan, Kamis (4/3).
Menurut Syamsu, pada tahap awal pendidikan diintegrasikan dengan PPKn dan dibutuhkan guru khusus. Hasil koordinasi Dinas Pendidikan - Direktorat Narkoba Polda Bengkulu, pengetahuan bahaya benda haram tersebut dimulai tahun ajaran 2010/2011. Berlaku di semua tingkatan yaitu SD, SMP, dan SMA.
Selain di Bengkulu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menginisiasi program serupa. Program ini mendukung dan mewujudkan program nasional cegah dan berantas narkoba. Terlebih, pemakaian jarum suntik bergantian tercatat paling mampu menularkan HIV-AIDS. (Ant/*****)



