Mahasiswa Korban Panah Tewas di RSUD Kupang
Metrotvnews.com, Kupang: Esa Neno Nahak alias Neno, mahasiswa yang terlibat tawuran antar-mahasiswa di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahad (7/3), akhirnya meninggal. Nyawa Neno tak tertolong karena terus mengalami pendarahan. Sementara itu, dua orang korban panah lainnya masih dirawat.
Neno kritis selama empat jam. Neno terkena panah dalam tawuran mahasiswa asal Pulau Alor dan Pulau Sumba di Oesapa, Kupang, Sabtu malam. Keluarga langsung histeris begitu mengetahui Neno meninggal. Neno tercatat sebagai mahasiswa semester VI jurusan FKIP di salah satu perguruan tinggi swasta di Kupang.
Meski tawuran ini terjadi berulang antar-mahasiswa Alor dan Sumba, justru Neno yang menjadi korban tewas. Padahal Neno bukan berasal dari Alor atau pun Sumba. Neno asli putra Kabupaten Belu.
Keluarga Neno masih belum bisa menerima peristiwa ini. Mereka meminta polisi segera menangkap pelaku.
Seorang tokoh masyarakat asal Sumba, Lambert Ibi Riti menegaskan, pihaknya saat ini terus berupaya meredam mahasiswa agar tidak saling serang lagi. Sementara itu, hingga tadi pagi, polisi telah memeriksa 10 orang saksi, namun para pelaku penyerangan masih dalam pengejaran. Akibat tawuran tadi malam, enam unit sepeda motor dan dua buah rumah kos hangus terbakar.(Eugenius Kau Suni/DSY)




jadilah mahasiswa yang brakhlak muliah,,,,itu sangatlah bagus,,,,jangan kita terpengaruh oelh teman2 kita untuk, melkukan perilaku yg anarkis,,,,kalo ada yang mati baru puas,,,,kalo kita berbuat berfikir dulu,,,,
jadilah mahasiswa yang brakhlak muliah,,,,itu sangatlah bagus,,,,jangan kita terpengaruh oelh teman2 kita untuk, melkukan perilaku yg anarkis,,,,kalo ada yang mati baru puas,,,,kalo kita berbuat berfikir dulu,,,,
Weoe tak pernah melupakanmu
selamat jalan Esa Neno...kami masih mngingat saat2 kita kecil dlu. Saat tanah lapang itu kita kuasai, saat layangan putus.....dan....
seharusnya tugas mahasiswa belajar. Selesaikan kuliah secepat mungkin.Cari kerja biar bisa bantu orangtua..bukan tawuran sprt ini.