Pengusaha Iklan Pemangkas Pohon Akan Dikenakan Sanksi
Metrotvnews.com, Bandung: Pengusaha biro reklame SSP akan diberikan sanksi atas perbuatannya memangkas 51 pohon di sepanjang median Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, di depan Metro Indah Mall (MIM) hingga Pinus Regency. Aksi dianggap telah melanggar peraturan daerah (Perda) ketertiban, kebersihan dan keindahan (K3).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara di Bandung, Senin (8/3), mengatakan sanksi akan diberikan setelah pihaknya mendapatkan keterangan dari pengusaha yang rencananya akan dipanggil pada Selasa untuk memberi keterangan terkait pemangkasan pohon tersebut.
"Kami akan memberikan tindakan yang tegas dan tidak akan pandang bulu dalam menuntaskan kasus pemangkasan pohon ini karena sebagai warga masyarakat seharusnya mampu memelihara lingkungan karena hal ini menyangkut kepentingan bersama," ujarnya.
Ferdi berharap masyarakat juga ikut andil untuk melaporkan jika ada kejadian serupa ke Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distakam) ataupun Satpol PP Kota Bandung.
Kepala Distamkam Kota Bandung, Yogi Supardjo menegaskan pemangkasan pohon tersebut sudah termasuk sebuah pelanggaran Perda yang menyebutkan barang siapa yang merusak dan memotong pohon didenda Rp5 juta. "Semuanya tergantung dari hasil pemeriksaan oleh Satpol PP Selasa besok jika melanggar maka sanksi akan dikenakan pada pengusaha reklame tersebut," ujarnya.
Yogi juga menyatakan akan lebih efektif dan efisien melakukan pengawasan terhadap titik dan jumlah pohon yang tersebar di Kota Bandung. "Sebenarnya kami telah melakukan pengawasan di enam sektor setiap harinya namun masih saja terjadi hal seperti ini," katanya.
"Untuk kedepannya kami akan melakukan sensus pohon sehingga tidak terjadi hal serupa," tegasnya.
Sebanyak 51 pohon yang dipangkas tersebut terdiri dari pohon anting-anting sebanyak 22 batang, enama batang pohon kersen dan 23 batang pohon dadap merah. Pemangkasan pohon dilakukan karena menghalangi papan reklame yang telah dipasang oleh perusahaan reklame SSP.(Ant/BEY)




Setuju, tapi sulit, karena banyak yang tidak peduli, kami jual bibit yang benar - benar unggul saja susah ? kita kalah merk, kalau bibit dari thailand , bangkok wah...padahal ya podo wae... bila ada yang minat bibit buah hub saya ya.... nuwun2
membangun pabrikan bibit pohon yang sanggup produksi satu juta perhari di tiap propinsi untuk memperbaiki kerusakan alam dengan cepat