Jusuf Kalla: Reshuffle Susah, Tidak Juga Susah
Metrotvnews.com, Jakarta: Soal isu reshuffle terkait partai-partai koalisi yang membandel, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan tindakan itu tidaklah mudah untuk dilakukan maupun tidak dilakukan oleh pemerintah.
"Reshuffle susah, tidak reshuffle juga susah," ungkap Kalla di Jakarta, Selasa (9/3) pagi. Kondisi yang dihadapi pemerintah saat ini berbeda dengan pada masa lampau. "Tidak mudah membina hubungan saat ini. Namun, bagaimanapun terkait reshuffle, biarkan Presiden yang memutuskan yang terbaik," ungkapnya.
Apa yang membuat reshuffle sulit bila tidak dilakukan? Kalla menolak memaparkannya. Soal adanya kesan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membela kebijakan bailout, Kalla menolaknya pula. "Itu kan kesan. Presiden bukan membela orangnya, tapi membela tindakannya. Kan sudah terjadi, masa tidak dibela?" kata Kalla.
Soal dugaan terjadi barter kasus, Kalla menolak bahwa barter tengah terjadi. "Bagaimana mau barter? Semua sudah serba terbuka," ungkap Kalla. Kalla diwawancarai sebelum memberikan kata sambutan dalam peluncuran buku Membangun Daerah, Membangun Republik yang disusun tim penulis Soegeng Sarjadi Syndicate di Jakarta. (MI/DOR)




"Itu kan kesan. Presiden bukan membela orangnya, tapi membela tindakannya. Kan sudah terjadi, masa tidak dibela?" kata Kalla.
Pak JK waktu itu kan wakilnya, masa ga terlibat (atau setidaknya mengetahui) tindakan pak sby? kalau tau salah kok ga dilarang? ada apa dengan cinta?
issu hangat masalah BARTER rupanya selama ini pola memimpin bangsa ini, kalau ada pelanggaran/borok lalu disimpan, nanti suatu saat dibuka sebagai alat utk tawar menawar, masyaAllah pantas saja banyak kasus2 yg merugikan rakyat pada diumpetin rupanya alat suatu saat utk barter, ingat gak masa kampanye pilpres lalu, ada kelompok yg bersuara keras, dan yg merasa terusik tak kalah menjawab, JANGAN GALAK2 LHO, GUA KAN TAHU SEJARAH MASA LALUMU.mestinya sbg tokoh2 bangsa berbuatlah utk rakyat dgn mengatakan & menindak YANG SALAH KATAKAN SALAH & YG BENAR KATAKAN BENAR apapun resikonya sesuai ajaran agama.amar makruf.....