LKY: Kenaikan TDL Makin Beratkan UMKM
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) menilai rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen pada Juli 2010 akan mememberatkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Kenaikan TDL akan semakin memberatkan masyarakat miskin tidak terkecuali pelaku UMKM yang saat ini tengah bersaing dengan produk China," kata Ketua LKY Widijantoro,di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, kenaikan TDL jelas harus ditolak. Apalagi, selama ini pelayanan listrik dari PLN belum optimal dan masih sering terjadi pemadaman bergilir dan masalah lainnya. "Perbaiki dulu sistem pelayanan PLN dan baru kemudian menaikkan tarif," katanya.
Ia mengatakan, kenaikan TDL sebesar 15 persen ini semakin menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya mereka yang bergerak dalam bidang UMKM yang merupakan sektor usaha riil di masyarakat. Menurutnya, semestinya mendapatkan subsidi listrik, bukan harus menanggung kenaikan tarif dasar listrik.
"Pemerintah harus memikirkan itu, jangan sampai para pelaku ekonomi terpuruk namun PLN tetap hanya mengejar keuntungan semata tanpa diimbangi peningkatan pelayanan terlebih dulu," katanya.
Widijantoro mengatakan, saat ini pelayanan PLN yang diberikan kepada konsumen di Yogyakarta belumlah optimal dan masih sering listrik padam mendadak tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya sehingga dapat merugikan masyarakat.
Selama ini juga PLN yang memegang monopoli listrik tidak pernah memberikan kompensasi atas kebijakan pemadaman aliran listrik. "Namun, saat konsumen terlambat membayar rekening pasti terkena denda, bahkan sampai dilakukan pemutusan," katanya.
Humas Area Pelayanan Jaringan PLN Yogyakarta, Reffy Sangi mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik masih dalam bentuk usulan dan belum diketahui kenaikan tersebut untuk listrik rumah tangga atau industri. "Jika kenaikan TDL disetujui, maka otomatis pelayanan terhadap konsumen juga ditingkatkan," katanya.(Ant/BEY)




Rakyat dah stress berat menanggung keadaan sekarang, UMKM dah stress berat menghadapi ACFTA, kredit perbankan yg mahal, TDL mau naik...? nak, atau para karyawan maaf yah kalau besok ada pengurangan karyawan.
Sebenarnya masyarakat usaha baik kecil maupun besar tak begitu perduli dengan kenaikan TDL. Semua bisa dihitung ke biaya. Yang jadi masalah didaerah adalah TIDAK ADANYA DAYA LISTRIK.
Hanya di Indonesia lah kebutuhan dasar masyarakat seperti AIR MINUM dan LISTRIK seperti dianggap "milik BUMN/BUMD" jadi bukan tugas Kepala Daerah yang punya kewajiban untuk memenuhinya termasuk PRESIDEN
PLN..PLN...lagi2 PLN... apa ngak ada cara lain??? benahi dulu dong masalah Internmu... listrik masih byar pet aza lagaknya kaya yang paling hebat aza!!! kalo konsumen terlambat membayar tagihan.. main denda, main putus... giliran listrik mati cuek aza... harus ada balance dong!?? jangan menang sendiri... dasar cari untung sendiri..
pln lagaknya sudah sangat berlebihan dalam melayani konsumen. gerimis dikit saja mati.