Penganiaya Wartawan Metro TV Ditangkap Polisi
Metrotvnews.com, Jayapura: Aparat Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Abepura, Jayapura, Papua, Jumat, berhasil menangkap Efraim Sokoy, pelaku penganiayaan wartawan televisi Metro TV, Deni Moses yang terjadi pada Selasa (9/3) malam.
Kapolsekta Abepura, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yafet Karafir yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Lintong Simanjuntak mengatakan, sejak mendapatkan laporan adanya kasus penganiayaan tersebut, pihaknya langsung berhasil mengidentifikasi pelaku dan melakukan pengejaran.
Hanya saja pelaku yang dikenal pintar menghilangkan jejak dari polisi, selalu gagal saat akan disergap. "Kami melacak keberadaan pelaku selama tiga hari secara terus menerus, setelah mendapat informasi pasti keberadaannya yakni di daerah Dok V Jayapura, pelaku langsung kami tangkap tanpa adanya perlawanan yang berarti," terang AKP Yafet Karafir.
Ia menambahkan, selanjutnya pelaku Efraim Sokoy akan diperiksa secara intensif oleh penyidik dan diancam dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Sementara di depan penyidik Polsekta Abepura, pelaku Efraim Sokoy mengakui perbuatannya. Ia mengaku sendirian menganiaya empat orang pada saat yang sama. Salah satunya adalah wartawan Metro TV, Deni Moses, anggota Brimob Papua, Maxi Latumanase dan dua orang lainya adalah warga sipil.
"Saya mengaku salah, tetapi tidak benar kalau saya dikatakan sedang mabuk saat melakukan pemukulan," terang Efraim Sokoy, membantah laporan polisi para korban.
Sebelumnya wartawan Metro TV, Deni Moses dan beberapa orang lainnya dianiaya di daerah organda, Abepura, Jayapura.
Saat ini kondisi Deni Moses relatif baik, tetapi merasa kesakitan di sekitar areal wajah. Deni Moses menuturkan, saat itu dirinya hendak membeli sate untuk anaknya. Namun, sesampai di sekitar jembatan Organda, korban berhenti untuk menerima telepon dari rekannya. Tak lama kemudian, dari arah belakang terdengar teriakan agar korban berhenti.
"Begitu saya menoleh, para pelaku yang lebih dari satu orang langsung memukul," kata Deni seraya menambahkan dirinya beruntung karena masih mengenakan helm di kepalanya.(Ant/BEY)



