Lagi, 13 Tewas dalam Kekerasan Mafia Narkoba di Meksiko

Internasional / Minggu, 14 Maret 2010 04:56 WIB

Metrotvnews.com, Meksiko City: Tiga belas orang tewas di dan sekitar kawasan wisata pantai Acapulco, Sabtu (13/3), akibat kekerasan terkait-narkoba. Sadisnya empat korban ditemukan dipenggal.

Lima dari korban tewas adalah pejabat polisi yang berpatroli pada waktu malam hari, telah diserang oleh sejumlah pria bersenjata di pinggiran kota Acapulco, tempat peritirahatan Lautan Pasifik yang terkenal dengan wisatawan.

Mayat delapan orang lainnya yang dilubangi peluru ditemukan di beberapa tempat yang berbeda di sekitar Acapulco, dan empat dari mereka dipenggal.

Presiden Meksiko Felipe Calderon telah mempertaruhkan kepresidenannya untuk menghancurkan geng-geng narkoba yang perang tanah berumputnya telah menewaskan sekitar 19.000 orang sejak ia memegang tampuk kekuasaan pada 2006. Sekitar 45.000 tentara dan polisi federal telah dikerahkan di seluruh negara itu.

Kelompok-kelompok obat bius yang bersaing dalam beberapa tahun belakangan terkadang berperang untuk memperebutkan wilayah di Acapulco. Timbulnya kembali kekerasan di lokasi wisata tersebut akan menjadi berita buruk bagi industri pariwisata.

Juni lalu, sedikitnya 18 orang tewas dalam tembak-menembak antara geng obat bius dan tentara di kota itu, yang menampung sekitar satu juta orang. (UU.S008)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *