Dipanggil Presiden, Mendiknas Batal ke Mataram
Metrotvnews.com, Mataram: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M. Nuh batal berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meresmikan 26 TK dan SD bertaraf internasional ada di seluruh Indonesia, secara simbolis di Kota Mataram. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) H. Lalu Syafi`i, di Mataram, Ahad (14/3), mengatakan, Mendiknas batal datang ke NTB karena mendadak dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mengikuti rapat kabinet tentang hasil kunjungan Presiden ke Australia dan Papua Nugini.
"Pak menteri sudah ada di Bandara Soekarno Hatta dan tinggal berangkat, tapi mendadak dari kepresidenan memberitahukan beliau bahwa Presiden akan menggelar rapat, akhirnya beliau memutuskan kembali," ujarnya.
Ia mengatakan, sejumlah pejabat penting sudah menanti kedatangan Mendiknas di ruang VIP Bandara Selaparang Mataram. Beberapa pejabat penting itu, di antaranya Walikota Mataram, H.M. Ruslan, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Mataram, H. Kutjip Anwar, dan seluruh kepala sekolah SMA dan SMP negeri di Kota Mataram.
Meskipun Mendiknas membatalkan kunjungannya ke NTB, sejumlah pejabat tersebut tidak kecewa dan memahami kondisi dan situasi tugas yang diemban Mendiknas sebagai pejabat negara.
"Kami tidak terlalu kecewa karena Mendiknas tetap akan mengagendakan kunjungan ke NTB pada April mendatang untuk meresmikan 26 TK dan SD internasional yang ada di seluruh Indonesia, secara simbolis di Kota Mataram, sekaligus menyerap informasi dari berbagai elemen tentang kondisi pendidikan di daerah ini," ujarnya.
Syafi`i mengatakan, agenda kunjungan Mendiknas ke beberapa sekolah negeri dan swasta di wilayah Kota Mataram yang sudah dijadwalkan, akan digantikan Gubernur NTB, H. Muhammad Zainul Majdi.
Sebelumnya, Mendiknas dijadwalkan tiba di Mataram pada Ahad hari ini sekitar pukul 14.00 WITA. Kedatangan Mendiknas ke NTB untuk meresmikan secara simbolis 26 TK/SD bertaraf internasional di seluruh Indonesia sekaligus menandatangani prasasti pada Senin besok.(DSY)




Acara peresmian jadi batal karena Mendiknas dipanggil mendadak oleh Presiden, lalu yang meresmikan adalah Gubernur. Sebenarnya acara acara peresmian tidak perlu pejabat pusat, cukup kepala daerah setempat sudah cukup. Anggaran bisa dihemat dan dapat dpergunakan untuk keperluan lainnya.