Terorisme Jadi Bahaya Laten di Indonesia
Metrotvnews.com, Palembang: Aksi teror di Indonesia dinilai tidak bisa dipandang sepele. Aksi teror cenderung sudah menjadi bahaya laten yang harus diwaspadai dan diantisipasi serta dibasmi dengan sistem keamanan nasional yang profesional. "Ancaman terorisme di Indonesia jangan dianggap sepele," kata politikus Partai Hanura Yuddy Chrisnandi di Palembang, Sumatra Selatan, Ahad (14/3).
Tetapi harus disiapkan pengamanan yang profesional secara nasional untuk mengatasi bahaya laten teroris tersebut. Mantan anggota Komisi I DPR itu menilai, terungkapnya aksi terorisme di Aceh menjadi salah satu bukti kalau selama ini Indonesia menjadi basis teroris yang cukup masif.
Di sisi lain terungkapnya aksi teror menjadi bentuk kerja keras dari aparat kepolisian, sehingga masyarakat harus memberikan apresiasi terhadap kinerja Densus 88. Ia menyatakan, di samping memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88, masyarakat juga harus mendukung profesionalisme aparat dalam melaksanakan tugas mereka dengan mengedepankan penghormatan atas hak asasi manusia (HAM).
"Seharusnya pembasmian teroris bisa berjalan profesional dan tidak mengangkangi HAM," kata dia.
Dia menjelaskan, untuk mendorong profesionalisme polisi, aparat penegak hukum itu pun harus menjadi pengayom masyarakat seperti fungsi dasarnya. Dengan demikian, Yuddy mengaku yakin, kalau polisi mau menjadi pengayom dan berbaur dengan masyarakat maka berbagai tindak kejahatan tidak akan sulit diantisipasi karena komunikasi dua arah berjalan optimal.
Ia menambahkan, timbulnya bahaya laten teroris juga disebabkan karena masih rendah tingkat pendidikan sebagian besar masyarakat Indonesia, sehingga tidak memiliki daya tangkal terhadap pengaruh lingkungan yang buruk.
Hal itu, tentu erat kaitannya dengan kesejahteraan penduduk yang masih di bawah rata-rata hidup layak, sehingga kemiskinan jadi bibit negatif pengaruh timbulnya kekerasan dan terorisme, demikian Yuddy yang kini Pengurus DPP Partai Hanura.(Ant/DSY)




kalo PKI wajar karena ga kenal ALLAH...kalo teroris??? kok membunuh sambil meneriakan nama ALLAH?? Niat JIHAD kok malah JAHAD...benci amerika kok yg dibom bali?? jakarta?? benci amerika kok masih suka beli KFC ??...malu mas...kok tenar nya cuma bom bunuh diri? kerusuhan dan poligami saja???jika kalian berotak bukankah lebih baik dana untuk pembuatan bom atau pelatihan di sumbangkan untuk yatim piatu dan duafa?? jika punya keterampilan di bagikan di pesantren2 agar lulusan nya memiliki keahlian??..atau kah hanya JIHAD dan Syahwat [ poligami ] yang kita dapat dari ISLAM?? mari kita ubah pandangan itu..pemahaman yg salah...kita tunjukan ISLAM yg bermanfaat, yg merawat menjaga dan melindungi...bukan perusak..jadi bapak yg baik bekerja,memberi nafkah untuk keluarga..lebih mulia dari pada menenteng bom rakitan sambil berteriak asma ALLAH...tak perlu meneriaki pelacur, membakar gubug2 mesum sedangkan kita tak memberi mereka penghidupan yg layak, pekerjaan yg layak...jadi teladan bagi yg non muslim tunjukan rendah hati, ramah tamah dan segala kebaikan ISLAM...bukan rendah diri disertai kebencian tak jelas karena mengasihani diri sendir..sungguh kita berdiam diri bukankah semakin membenarkan bahwa Islam itu kekerasan, terorisme, poligami hingga nikah siri?? manakan sisi positif nya?? begitu sukarkah menjadi Muslim se murni air zam2 yg tak mengandung kekerasan dan hawa nafsu?? mari bangkit bersama tunjukan segala kebaikan ISLAM dinegri pertiwi ini...bukan angkara murka dan pengrusakan serta perzinahan yg mengatas namakan poligami atau nikah siri yg di kedepankan...