Maruarar Sirait Siap Kawal Century Hingga Tuntas
Metrotvnews.com, Balikpapan: Salah satu anggota Tim Sembilan Panitia Khusus Angket Bank Century, Maruarar Sirait berjanji akan mengawal terus hasil rekomendasi DPR RI, agar bisa diusut hingga tuntas. Hal tersebut disampaikan Maruarar sesusai Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Kalimantan Timur III-2010 di Balikpapan, Ahad (14/3).
Maruarar yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, mengatakan, ada keinginan sejumlah kalangan agar tim pengawas hasil paripurna melibatkan anggota Tim Sembilan yang merupakan inisiator Panitia Angket Bank Century. Namun ia tidak mempersoalkannya karena yang terpenting adalah penanganan kasus tersebut secara tuntas.
Mengawal perjalanan rekomendasi paripurna sama pentingnya dengan memperjuangkan opsi C. Namun, Saat ini penanganannya lebih fokus, karena sudah berada ditangan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian dan Kejaksaan.
Menurut Maruarar, saat terbentuknya pansus, konsistensi DPR sempat diragukan, mengingat 80 persen parlemen dikuasai oleh koalisi. Namun, pihak dewan berhasil menunjukan sikap yang sesuai dengan aspirasi rakyat. Sekitar 60 persen anggota dewan memilih opsi C, yang berarti ada undang-undang yang dilanggar, khususnya terkait perbankan, tindak pidana korupsi dan pencucian uang.
Pansus juga menyebutkan beberapa pihak yang terkait, di antaranya Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menambahkan, upaya untuk menuntaskan kasus tersebut memiliki arti penting, yakni membuktikan bahwa proses hukum berlaku terhadap semua pihak dan tidak tebang pilih.(Ant/**)




Saya berharap banyak pada Sdr S Sirait untuk tidak mempetieskan kasus Bank Century. Sangat tidak kondusif kita dipimpin oleh pimpinan yang dipertanyakan keberpihakannya kepada pesan reformasi "tidak ber KKN". Bagaimana mungkin kita percaya pada setiap kata yang keluar dari mulut pemimpin kita kalau masih belum tuntas. Cobalah, mereka mengajak menabung... siapa yang mau ikut ajakan itu, wong kuatir nanti diselewengkan dengan hanya menyangka ada ancaman krisis yang sistemik yang tidak jelas. Yang sistemik menghancurkan bangsa kita adalah korupsi, itu yang harus diberantas bos. Maju terus Pak Sirait
jangan lupa kawal juga tuh dudi makmun murod, panda nababan, tjahyo Kumolo,miranda gultom dan koruptor koruptor yang terhormat lainnya jangan sampai ngembet ngembet teman PDI lainnya.
layak kah seoseorang menjabat apabila dia sendiri tidak tahu apa yang telah dia lakukan? Lupa....., tidak tahu,...sementara yang lain merasa tertipu oleh BI,... saling tuding, kemudian didukung engkongnya; kebijakan benar kataNya... padahal itu uang rakyat ,termasuk para pemulung sampah yang punya duit itu ! Tapi belakangan mereka akur dan merapatkan barisan/dipimpin engkong nya.! mereka Plin-Plan ...plintat -plintut kehabisan akal sembunyikan sesuatu. KataNya harus dibuka terang benderang, tapi pejabat mau diperiksa ;tidak boleh,... Wah yang benar mana? Ibu Sri Muliani merasa tertipu oleh BI, Pak Budiono tidak ingat kebijakan nya atau sudah sering Lupa ! Pak SBY minta kasus Century di usut tuntas/ terang benderang; tapi disisi lain pak SBY bilang : kebijakan ke Century sudah benar ! seperti benang kusut saja. Trus membiarkan uang rakyat di habis kan dan melanggar UU apakah itu benar?
jangan hanya gawasi century aja.... kalau perlu makzulkan aja tu SBY and Budiononya....
Ah semangat sekali cari mukanya bang.. sekalian dong buat PANSUS penjualan aset negara oleh MEGAWATI, PANSUS PENCULIKAN AKTIVIS dan penjualan GAS dengan harga murah ke China padahal kita butuh sekali gas untuk PLN..