Kabareskrim Bantah Sengaja Tembak Mati Teroris
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Ito Sumardi membantah jika Polri sengaja mengeksekusi mati para tersangka kasus terorisme.
"Kita tidak asal main tembak. Semuanya ada prosedurnya," kata Ito usai penutupan latihan bersama antiteror TNI-Polri di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/3).
Ito menegaskan, polisi terpaksa menembak mati para tersangka karena mereka melawan petugas. Selain mengancam jiwa petugas, juga membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Sebelumnya, Polri menembak mati gembong teroris Dulmatin dan dua anak buahnya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Polri juga menembak mati tiga tersangka terorisme saat operasi kepolisian dalam tiga pekan terakhir di Nanggroe Aceh Darussalam.
Dalam kasus ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, polisi juga menembak mati dua tersangka di Bekasi dan empat tersangka di Solo, termasuk Noordin M Top. Pada kasus yang sama, polisi juga menembak mati satu tersangka di Temanggung.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, telah mendesak Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri untuk menghentikan aksi menembak mati para tersangka terorisme, hanya dengan alasan melawan polisi. Seharusnya, Dulmatin tidak ditembak mati, agar dapat didengar keterangannya. Padahal, saat disergap, Dulmatin sedang sendirian dan hanya membawa senjata Revolver. Sedangkan jumlah pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror lebih banyak.
Ia menyatakan, saat Polri dipimpin oleh Dai Bachtiar, penangkapan tersangka terorisme jarang berujung kemaritian tersangka. Sedangkan saat ini Densus 88 sering menembak mati para tersangka. Karenanya, Neta meminta Kapolri untuk mencontoh kepemimpinan Da`i Bachtiar yang selalu menangkap hidup teroris.(Ant/**)




Jika Teroris SEMUA DI TEMBAK MATI, Polisi akan tidak pernah tahu sumber dari segala sumber Teroris itu sendiri,
Jika Boleh bertanya agak nakal. Apa Polisi sengaja Menutup Sumber tersebut, dengan jalan Tembak Mati ?
Jangan-jangan Polisi sudah tahu Sumber tersebut. Dan sumber tersebut "HARUS DI LINDUNGI"
kl teroris mending tembak mati aja, jd ngga nambah kerjaan pa kapolri. nah kl koruptor jangan di tembak mati soalnya ada duitnya boss lumayan buat jajan di luar,,,,,,,???
Ya, melawan kalau ga melawan ga di tembak mati, melawan merupakan kata ganti dari eksekusi... harap maklum ini teororis bukan koruptor.. rakyat harus mengerti koruptor tuh susah dicarinya, sebab tidak segarang teroris... dan koruptor tdk membunuh lagian koruptor bagi-bagi uang... hahahaa. Kalau membrantas teroris dpt menghargaan dari Obama, kalau korpsi rankinmg satu ga apa-apa kan prestasi juga...