Warga Aceh Diimbau Ikut Memburu Teroris
Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengimbau masyarakat Aceh memberikan informasi bila mengetahui keberadaan 14 orang yang diduga jaringan kelompok teroris. Mereka sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) diketahui aktif dalam pelatihan kelompok teroris di Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut Kapolri, ke-14 DPO itu terlibat kasus peledakan bom di Hotel JW Marriott serta kasus kekerasan lainnya di sejumlah tempat di Tanah Air. "Masyarakat di Aceh, ulama, dan kepala desa, bisa cepat memberikan informasi bila melihat 14 DPO itu," kata Kapolri sebelum menghadiri rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (15/3).
Kapolri memastikan, sampai kini tak ada keterkaitan antara jaringan kelompok teroris dengan mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Yang terjadi hanyalah warga Aceh biasa yang bergabung dalam kegiatan-kegiatan kelompok teroris itu.
"Sampai saat ini tidak ada, tapi apa yang saya sampaikan ada yang bernama Marzuki yang kita tangkap hidup itu memang warga Aceh dan masuk ke dalam kegiatan-kegiatan mereka. Jadi tidak termasuk dalam kelompok GAM," jelas Kapolri.
Tiga di antara 14 DPO diketahui warga Aceh. Sedangkan dari korban tewas, enam di antaranya warga Aceh. Kapolri menyebutkan, kini sudah ditangkap 38 orang termasuk dari hasil operasi di Jakarta, dan tujuh di antaranya meninggal.(Ant/ICH)




karena masih ada pro dan kontra mungkin... karena ga semua masyarakat kontra dengan teroris... semua kembali kepada tindakan tegas pemerintah...
dibalik penghimbauan itu, pemerintah juga harus menganalisa dan mengevaluasi kenapa teroris itu bisa menyebar keseluruh pelosok indonesia..apa alasan-alasan mereka sehingga tekat untuk menjadi sebagai teroris. tidak ada alasan seseorang/ kelompok itu memberontak..saya yakin rakyat itu pasti akan membantu pemerintah untuk melindungi negara NKRI ini, hanyasaja pemerintah harus terbuka dengan masyarakat, jangan ada yang ditutup-tutupi.