Suasana Nyepi di Bali Khidmat
Metrotvnews.com, Denpasar: Puncak perayaan Tahun Baru Saka 1932 di Bali, Selasa (16/3) hari ini, dilakukan umat Hindu Bali dengan melaksanakan tapa brata penyepian, yakni tidak melakukan aktivitas duniawi. Hal ini menjadikan suasana di Bali menjadi senyap. Dalam ibadah tapa brata, terdapat empat pantangan, yakni amati geni atau tidak menyalakan api; amati karya atau tidak bekerja; amati lelanguan atau tidak menikmati hiburan; dan amati lelungan atau tidak bepergian.
Guna mengawasi jalannya perayaan Tahun Baru Saka dan tapa brata penyepian umat, setiap desa adat memiliki Pecalang atau petugas keamanan adat. Hanya Pecalang yang boleh berpatroli keluar masuk kampung. Para Pecalang ini memiliki pakaian khas.
Sementara itu, suasana sepi terasa di jalan-jalan pusat Kota Denpasar, seperti di Jalan Raya Tengku Umar. Pada hari-hari biasa di sepanjang jalan tersebut dipadati kendaraan, namun hari ini terasa lengang. Bahkan toko-toko yang berada di kiri dan kanan jalan tutup.
Tidak hanya di kota, di tempat wisata pun suasana terlihat lengang. Tempat wisata yang biasa ramai di kunjungi turis asing dan lokal, hari ini tidak diperbolehkan melakukan aktivitas. Namun ada pengecualian di dalam kawasan hotel, asal tidak terlalu menyolok. (Saifullah/**)



