Perlukah Personal Trainer?
Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda memerlukan seorang pelatih olahraga, baik pribadi maupun dalam kelompok, untuk membantu agar kegiatan olahraga lebih maksimal? Beberapa orang yakin mereka mampu mendisiplin diri sendiri saat berolahraga, lainnya merasa butuh bimbingan.
Keduanya tidak salah, hanya tergantung dari bagaimana masing-masing pribadi. Sama seperti dua sisi mata uang, menyewa pelatih olahraga juga memiliki pro dan kontranya sendiri. Berikut penjelasannya.
Pro
Memiliki pembimbing saat melakukan olahraga memungkinkan Anda untuk melakukannya dengan teknik yang tepat. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari cedera akibat salah gerakan. Teknik yang benar juga bisa membantu membentuk otot dan tubuh menjadi seperti yang diinginkan. Tidak akan ada salah bentuk akibat salah prioritas gerakan, sebab para trainer ini telah mendapat pelatihan khusus yang tidak pernah Anda dapatkan sebagai orang awam.
Selain itu, memiliki mentor dalam berolahraga juga akan membuat Anda termotivasi untuk berlatih maksimal. Dukungan dan dorongan bisa didapatkan saat Anda bad mood, sehingga mood-tidak mood, Anda tetap disiplin dalam latihan. Selain itu, jika rasa malas tiba, Anda akan berpikir ulang untuk batal latihan. Sebab, Anda sudah merogoh kocek untuk membayarnya. Jadi, jika tak mau rugi, tentunya Anda akan memaksa diri untuk tetap latihan.
Anda juga tak perlu menjadi orang yang konsumeristis karena membeli terlalu banyak alat bantu olahraga untuk menunjang latihan. Adanya pelatih bisa membantu Anda untuk memanfaatkan alat-alat yang ada untuk hasil yang maksimal.
Beda antara berolahraga dengan teman dan pelatih adalah minimnya 'acara bincang-bincang' yang terjadi. Jujur saja, kebanyakan kaum wanita jadi lebih banyak curhatnya daripada latihannya bila sudah bersama dengan teman. Inilah satu lagi alasan kuat mengapa Anda perlu menyewa seorang pelatih.
Seringkali pelatih memiliki ragam program yang bisa membebaskan Anda dari olahraga monoton. Ini akan membuat Anda tetap termotivasi berlatih karena Anda jauh dari rasa bosan. Selain itu, waktu olahraga juga jadi lebih disiplin. Hal ini berbeda jika Anda melakukannya sendirian. Mungkin Anda akan molor bahkan batal latihan gara-gara urusan ini-itu. Namun, dengan adanya pelatih, maka kata 'sekarang' jadi sangat penting.
Kontra
Terlalu bergantung pada pelatih juga bisa menimbulkan masalah. Anda harus mau mengalah dan menuruti program yang ia tawarkan pada Anda, termasuk aneka gerakan olahraga yang mungkin 'aneh' menurut Anda. Selain itu, jika dia memutuskan untuk berhenti, maka Anda mungkin akan berhenti juga.
Sayangnya, pelatih pun juga manusia. Ada yang hebat, namun ada yang biasa saja. Jadi, jika ada beberapa di antara mereka yang mungkin pernah mengecewakan Anda, maka Anda bisa terjebak dalam trauma.
Menyewa seorang personal trainer jelas butuh uang. Kondisi ini tidak sama iritnya dengan saat Anda berlatih sendirian. Selain itu, Anda juga bisa lebih fleksibel dalam mengatur jadwal olahraga karena tidak ada yang 'memerintah' Anda.
Anda juga bisa lebih variatif dan bebas dari monoton dalam menentukan ragam dan lokasi latihan yang diinginkan, misalnya ikut kelas dansa, jogging di pantai, yoga di kebun belakang rumah, dan lain-lain.
Kuncinya Anda tahu diri Anda sendiri. Perlu atau tidak? Anda yang putuskan! Lalu, bagaimana cara memilih personal trainer yang tepat? Tunggu artikel berikutnya. (DOR)



