Mengeluh Atau Mengkritik?
Metrotvnews.com, Jakarta: Kerapkali banyak pasangan berakhir pada keputusan cerai akibat masalah yang sebenarnya sepele. Namun, karena salah dalam mengomunikasikannya, maka masalah yang ada pun berkembang jadi besar dan tak terselesaikan.
Untuk menghindari perpisahan yang bisa menyakiti banyak pihak, khususnya anak-anak, maka Anda perlu menyelidiki bagaimana gaya komunikasi Anda saat menyampaikan suatu masalah pada pasangan.
Apakah Anda mengeluh atau mengkritik? Saat mengeluh, Anda memberikan informasi pada pasangan tentang sesuatu hal yang Anda harap bisa berubah. Jadi, komplain secara berkala pada dasarnya bisa membantu pertumbuhan pernikahan Anda.
Contoh pernyataan komplain: "Sayang, kamu lupa menaruh gelas teh di dapur semalam. Jadi, tadi pagi aku harus membersihkan semut-semut yang merubunginya."
Pernyataan di atas menyuarakan pada pasangan bahwa dia harus lebih peduli sesudah menggunakan gelas untuk waktu berikutnya. Pernyataan itu hanya bermaksud untuk memberitahu tanpa menghakimi atau merendahkan.
Berbeda dengan nada mengkritik yang jelas tercermin dari kalimat berikut, "Semalam kamu lupa menaruh gelas teh di dapur. Kenapa kamu begitu malas sih? Apa harus aku semua yang mengerjakannya?"
Coba bandingkan dua contoh kalimat pernyataan di atas. Mana yang menurut Anda lebih bisa diterima? Anda tentu tahu jawabannya. Jadi, mulai sekarang mari kita perbaiki teknik berkomunikasi kita sehingga orang lain yang mendengar tidak merasa tersinggung dan direndahkan. (DOR)




setuju, pilih pernyataan yg pertama selalu dalam setiap berkomunikasi...
betul tuh... ini namanya tenik komunikasi yg asertif... dan lebih dapat diterima...