Riset Baru: Bayi Menari Saat Mendengar Musik
Metrotvnews.com, Washington: Respons bayi lebih kuat terhadap irama dan tempo musik ketimbang perkataan. Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian Marcel Zentner dari University of York`s Department of Psychology, dan Tuomas Eerola dari Finnish Center of Excellence di Interdisciplinary Music Research di University of Jyvaskyla. Temuan itu disiarkan di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, Senin (14/3) di edisi awal "daring" (dalam jaringan).
Penelitian dilakukan pada bayi berusia lima bulan hingga dua tahun. Hasilnya, bayi mungkin dilahirkan dengan kecenderungan untuk bergerak secara berirama sebagai reaksi terhadap musik. Bayi mendengarkan bermacam perangsang audio, termasuk musik klasik, detak berirama dan perkataan.
Gerakan spontan mereka direkam oleh video dan teknologi penangkap gambar 3D dan dibandingkan pada seluruh perangsang yang berbeda. Penari ballet profesional juga digunakan untuk menganalisis sejauh mana bayi menyesuaikan gerakan mereka dengan musik. Zentner mengatakan, "Penelitian kami menunjukkan bahwa iramalah, bukan bentuk lain musik, seperti melodi, yang menghasilkan reaksi pada bayi."
"Kami juga mendapati bahwa makin baik anak dapat menyelaraskan gerakan mereka dengan musik, makin lebar mereka tersenyum. Namun, masih harus dimengerti mengapa manusia telah mengembangkan kecenderungan khusus ini. Satu kemungkinan ialah itu adalah sasaran seleksi alam bagi musik atau itu telah berkembang bagi beberapa fungsi lain yang baru saja terjadi hingga sejalan dengan prosesi musik," kata Zentner. (Ant/DOR)




nah bagi orang tua yang pingin anaknya jadi penyanyi dangdut puterin terus musik dangdut sama bayinya, jangan lagu hip-hop atau rege yaaaa gak nyambung