LSM Bantah Dibayar Anas Urbaningrum
Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga swadaya masyarakat (LSM) membantah mengadukan Ketua DPR RI Marzuki Alie ke Badan Kehormatan DPR karena dibayar Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum. Permintaan mundur yang ditujukan kepada mantan Sekjen DPP Demokrat itu murni karena Marzuki selalu bersikap otoriter dan tak bisa melepas atribut kepartaiannya.
"Enggak ada itu (isu LSM dibayar). Kami ketemu Anas juga belum pernah," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampow, usai melaporkan enam anggota DPR ke BK di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (17/3).
Jeirry berpendapat, isu yang timbul setelah pelaporan Marzuki Alie ke BK DPR pekan lalu ini merupakan bentuk arogansi partai politik (parpol). Ia menuding parpol tidak mau mengkritik dan mengevaluasi kadernya yang duduk di DPR.
Jeirry berharap, permintaan mundur terhadap Marzuki ini semestinya menjadi bahan introspeksi parpol. Partai Demokrat harus menerapkan disiplin kepada anggotanya. "Lagipula sulit kita harapkan sesama anggota DPR melaporkan anggota DPR lainnya ke BK," dalih Jeirry.
Jeirry menyatakan, Marzuki tidak perlu nonaktif sebagai Ketua DPR bila BK DPR sedang memprosesnya. Ia malah mengimbau Ketua BK DPR, Gayus Lumbuun, untuk mundur sementara karena konflik internal BK.
"Ketua DPR tidak perlu nonaktif selama pemeriksaan kecuali BK sudah menyatakan bersalah. Justru Gayus harus nonaktif agar kasus-kasus pengaduan ke BK diproses," pinta Jeirry.
Sebelumnya, sejumlah LSM dari Lima Indonesia, Komite Pemilih Indonesia, ICW, KRHN, Pukat UGM, KIPP Indonesia, SSS dan SPD pekan lalu melaporkan Ketua DPR RI Marzuki Alie ke BK DPR. Marzuki dinilai otoriter selama memimpin DPR. Karena itu, LSM meminta Marzuki mengundurkan diri dan diganti oleh Anas Urbaningrum.(Andhini)




Selesaikan semua kasus di RI satu Persatu,Century dan Teroris, baru yang lain jangan alihkan ke kasus lain
kalo gua sih dari awal meragukan "kredibilitas" anas urbaningrum sejak di KPU, apalagi dgn rumor yang beredar Anas sangat pro dgn SBY saat di KPU dan sesudah itu SBY juga menang, apalagi isu Bakrie gelontorkan 2Triliun saat kampanye 2004 ??? ini pertanyaan n klarifikasi mengenai rumor itu apa bener ya??? masing2 kita punya pendapat...hehehhe
BANTAHAN TSB CUMA MAU MENGOBOK-OBOK PD SEOLAH-OLAH ANAS DAN MARZUKI ADA MASALAH.
PEPESAN KOSONG ITU DI CUEKIN AJALAH.
PIKIRIN HAL HAL POSITIP UNTUK BANGSA DAN RAKYAT R.I.