Dana Pihak Ketiga Sumbar Tumbuh Rp16,79 Triliun
Metrotvnews.com, Padang: Pertumbuhan dana pihak ke tiga pada bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Sumbar sepanjang Januari 2010 tercatat sebesar Rp16,79 triliun lebih.
Pertumbuhan dana pihak ketiga Sumbar periode Januari 2009 itu berasal dari kegiatan tabungan sebagai penyumbang tertinggi, menyusul deposito dan giro," kata Ketua Tim Ekonomi Moneter Bank Indonesia Padang Budi Waluyo di Padang, Rabu (17/3).
Budi menyebutkan, untuk tabungan sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp7,54 triliun lebih, deposito sebesar Rp4,74 triliun lebih dan giro sebesar Rp4,51 triliun lebih.
Menurut dia, besarnya sumbangan tabungan bagi pertumbuhan dana pihak ketiga, menunjukkan dana pihak ketiga lebih banyak dalam jangka pendek, Akan tetapi tabungan tersebut belum bisa bisa memberikan sumbangan investasi dalam jangka panjang.
"Kendati dalam jangka pendek, tabungan tersebut masih bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di kota itu, akan tetapi tentu tidak berkesinambungan," katanya.
Kondisi demikian, sekaligus menunjukkan sumber kredit Sumbar banyak berasal dari luar misalnya bank-bank yang memiliki kantor pusat di Jakarta dan Riau.
Padahal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumbar dibutuhkan investasi jangka panjang seperti investasi bidang pertanian dan perkebunan.
"Seharusnya dana pihak ketiga lebih tinggi dari kredit, ini sekaligus akan mempengaruhi investasi untuk pertumbuhan ekonomi di Sumbar," katanya.
Namun demikian, investasi di Sumbar memang cukup banyak yang berminat, akan tetapi banyak datang yang dari luar.
Berdasarkan penelitian BI dengan Unand, kondisi demikian dipengaruhi lebih akibat tradisi masyarakat yang sering menyimpan uang dalam bentuk emas. Padahal potensi simpan pinjam cukup banyak di daerah ini.
"Kendalanya, karena kantor cabang BI belum dibuka sampai ke pelosok-pelosok, serta belum banyak terbukanya jaringan beserta petugas," katanya. (Ant/ICH)



