Panas Perkotaan Picu Cuaca Ekstrem

Sosbud / Rabu, 17 Maret 2010 13:45 WIB

Metrotvnews.com, Bandung:  Gejala panasnya perkotaan (urban heat island) merupakan pemicu terjadinya cuaca ekstrim di Bandung akhir-akhir ini.

Pakar bidang aplikasi klimatologi dan lingkungan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Bandung Laras Tursilowati, di Bandung, Rabu (17/3) mengatakan, cuaca ekstrem yang dimaksud adalah seringnya terjadi hujan es, petir, dan angin kencang yang sering disebut puting beliung.

Laras menjelaskan, gejala itu hanya terjadi di kota yang dipicu oleh keadaan suhu di kota yang lebih panas daripada di pinggir kota atau desa, dan tekanan udara di kota yang lebih rendah daripada daerah di sekitarnya.

Kondisi seperti itu, katanya, membuat proses penguapan di kota menjadi lebih besar.

Ia mengatakan, gejala panasnya perkotaan itu hanya terjadi pada musim peralihan, dari musim panas ke musim hujan maupun sebaliknya, yaitu ketika suhu di suatu tempat tidak menentu dan berubah dengan cepat.

"Puncak musim hujan terjadi di bulan Desember, Januari, dan Februari. Sekarang sudah Maret, masuk musim peralihan," kata Laras.

Selain karena faktor cuaca, Laras menjelaskan, fenomena urban heat island terjadi akibat dukungan material pembentuk sebuah kota.

Menurut dia, kota terdiri atas bangunan besar yang fondasinya terbuat dari beton dan besi dan jalan yang ada di kota pun semua dilapisi aspal.

Unsur-unsur pembentuk kota itu, kata dia, menjadikan kota akan selalu lebih panas daripada desa karena material pembangunnya dapat menyimpan kapasitas panas.

"Panas yang ada di dalam kota tidak akan hilang, karena selalu terjadi proses konduksi dan emisivitas pada material-material yang ada di sana," katanya.

Untuk menekan terjadinya cuaca ekstrem, kata dia, pemerintah kota harus mengevaluasi tata guna lahan di dalam kota.

"Harus ada keseimbangan antara jumlah bangunan dan pohon. Sebuah kot tidak mungkin tidak membutuhkan vegetasi tumbuhan. Karena dengan adanya tumbuhan, udara yang tadinya panas bisa dinetralisir kembali ke suhu normal. Udara pun menjadi segar," katanya. (Ant/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • made, Rabu, 17-Maret-2010

    Manusia sebagian besar hanya sbg PENIKMAT/PEMERKOSA alam !!

    Kenapa tidak di PERDA kan saja ? setiap lahan toko 1 are harus punya pohon besar di halaman nya !! Daun pohon hanya diatas/bukan di bawah, jadi toko mereka tetap kelihatan ! Baliho nya dibawah saja !!
    dan banyak walikota / bupati hanya peduli posisinya saja(`banyak`) dan kurang peduli lingkungan !! Oraganisasi pemerintah spt Kelurahan atau Desa diberi wewenang menjaga lingkungan ! bila ada yang motong pohon di pinggir jalan dikenakan denda ;misal Rp.5 juta perpohon ! uang itu masuk ke kelurahan 50% ke departemen Lingk Hidup 50%. jadi masayrakatpun merasa memiliki !! Jangan hanya diomongin tapi bertindaklah !!!!!!!!!!! sekolah libur 2 hari untuk penanaman dibantu siswa !! sekali kali berkorban untuk alam !! gitu coy..... Masa lingk hidup cuma monopoli departmn pemerintah?? masyarakat beri juga tanggung jawab dan untuk mendapat manfaat nya...

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *