Pegawai Palang Merah yang Diculik Dibebaskan
Metrotvnews.com, Khartoum: Seorang pegawai Komite Internasional Palang Merah (ICRC) berkewarganegaraan Inggris-Prancis yang diculik di Darfur pada Oktober lalu, Kamis (18/3) kemarin, dibebaskan.
"Ia dibebaskan setelah lima bulan ditahan," kata seorang pejabat ICRC.
"Ia kini dibawa dengan helikopter ke El Geneina," ibu kota negara bagian Darfur Barat.
Gauthier Lefevre (35), yang bekerja untuk ICRC selama 5 tahun 15 bulan di antaranya di Darfur, diculik saat sedang melakukan perjalanan dalam konvoi dua kendaraan bertanda ICRC, oleh orang-orang bersenjata di dekat perbatasan Chad 22 Oktober lalu.
Ia tercatat menghabiskan waktu terlama dalam penyanderaan, yaitu 147 hari, sejak gelombang penculikan pekerja asing mulai terjadi pada Maret tahun lalu.
Penculikan-penculikan itu terjadi setelah pengadilan internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Presiden Sudan Omar Hassan Al-Beshir karena kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaannya di Darfur, Sudan barat.
Ketegangan meningkat di Sudan setelah Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) pada 4 Maret memerintahkan penangkapan terhadap Beshir.
Jurubicara ICC Laurence Blairon mengatakan, surat perintah penangkapan terhadap Beshir itu berisikan tujuh tuduhan, terdiri dari lima kejahatan atas kemanusiaan dan dua kejahatan perang.
Sudan bereaksi dengan mengusir 13 organisasi bantuan dengan mengatakan, mereka telah membantu pengadilan internasional di Den Haag itu, namun tuduhan tersebut dibantah oleh kelompok-kelompok bantuan itu.
Sejumlah pejabat PBB yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, pengusiran badan-badan bantuan itu memiliki dampak yang sangat merugikan bagi rakyat Darfur.(Ant/RIZ)



