Dituduh Teroris, Seorang Guru Meminta Namanya Dipulihkan
Metrotvnews.com, Banda Aceh: Fajri, seorang warga Banda Aceh yang berprofesi sebagai guru dan penarik becak, meminta polisi memulihkan namanya dari daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan polisi sebagai teroris.
Fajri tidak menyangka fotonya dipasang polisi sebagai DPO dalam razia kendaraan mencari kelompok teroris yang digelar di depan Kepolisian Sektor Padang Tiji, Pidie, beberapa hari lalu.
Fajri menuturkan, kabar tersebut didapatkan dari seorang temannya yang melihatnya di televisi. Fajri mengaku terkejut, bahkan orang tuanya langsung jatuh sakit begitu melihat fotonya masuk sebagai DPO.
Ia mendatangi pihak kepolisian, Jumat (19/3), untuk memastikan penyebab munculnya foto tersebut. Di kantor polisi, Fajri mengaku sempat diperiksa beberapa jam terkait dugaan teroris. Hasilnya Fajri dinyatakan tidak terkait.
Menurutnya, foto yang dipakai polisi adalah fotonya saat menunaikan ibadah haji dua tahun lalu. Sehari-hari Fajri bekerja menjadi guru honorer SMA dan juga bekerja sebagai penarik becak di Banda Aceh.
Fajri meminta polisi menyelidiki penyebab ia dikaitkan dengan kelompok teroris dan masuk sebagai DPO. Ia juga meminta polisi segera membersihkan namanya karena cap itu sangat mengganggu aktivitasnya. Bahkan, sekolah tempat ia mengajar memintanya untuk tidak mengajar hingga persoalan ini berakhir.
Sejumlah guru di sekolah Fajri mengatakan, Fajri adalah sosok yang baik. Mereka tidak percaya Fajri terlibat kelompok teroris. Mereka juga meminta polisi untuk segera memulihkan namanya. (Hendra Saputra/**)




nah loh, mulai ketauan deh dramanya... hayoo buru2 tutup lagi smua celah supaya ga makin kecium sama masyarakat luas...