Hutan di Sumsel Tersisa 1 Juta Haktare
Metrotvnews.com, Palembang: Diperkirakan luas hutan di Sumatra Selatan (Sumsel) akan tersisa sekitar 1 juta hektare (ha) pada akhir tahun ini, karena terjadi degradasi hutan 100 ribu ha per tahun.
Data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel menyebutkan, hutan di Sumsel yang awal dekade lalu masih 3,7 juta ha kini terus menyusut hingga 1 juta ha.
Menurut Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Anwar Sadat, alih fungsi hutan secara besar-besaran terus terjadi, misalnya untuk perkebunan kelapa sawit di Sumsel mencapai 800.000 ha dan akan diperluas menjadi 1 juta ha, begitu pula untuk areal hutan tanam industri (HTI) seluas 1.174.635 ha kemudian kuasa pertambangan (KP) di Sumsel 2.387.441,83 ha yang berada di 10 kabupaten dengan 229 pemegang KP.
"Upaya pemerintah dengan program one man one tree memang kita apresiasi, namun itu tidak cukup," ujar Anwar Sadat, kepada Media Indonesia, Jumat (19/3).
Dia mencontohkan, dari 100 ha lahan hutan yang dialih fungsikan hanya 1% yang dilakukan penanaman kembali. Belum lagi banyaknya pelanggaran peraturan yang dilakukan pemerintah. "Dalam Peraturan Pemerintah No 3tahun 2008 tentang Pemanfaan Hutan, seharusnya HTI dilakukan hutan yang tidak produktif nyatanya banyak dilanggar," tegasnya.
Walhi menyebutkan ada sejumlah perusahaan perkebunan yang berada di kawasan hutan, PT Berkat Sawit Sejati yang memperluas usahanya di hutan suaka alam dangku, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Pt Sentosa Mulya Bahagia berada di hutan suaka Marga Satwa bentayan, Muba, termasuk pula PT Rimba Hutani Mas (Grup Sinar Mas).
"Ditambah,pembalakan liar yang terjadi di bagian hulu,seperti Pagaralam,Musi Rawas,OKI, Musi Banyuasin. Jadi tidak ada pilihan lain harus dilakukan moratorium, penghentian perusakan hutan," tandas Anwar.
Data yang didapat Media Indonesia dari Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel mengungkapkan, pada 2002 dan 2005, 62,13% dari kawasan hutan atau seluas 2.344.936 ha telah menjadi kawasan yang tidak produktif (tidak berhutan lagi). Sementara, 37,87% atau hanya seluas 1.429.521 ha dari kawasan hutan masih memiliki tegakan kayu atau berhutan.
Begitu pula data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, persentase kondisi hutan di Sumsel pada 2010 adalah hutan berpotensi kritis 21%,hutan agak kritis 22%, hutan sangat kritis 2%,hutan kritis 44%, dan hutan yang tidak kritis 11%.
"Kita menyayangkan jika pemerintah daerah terus menjanjikan dan memberikan kemudahan bagi kalangan pelaku usaha dalam mengurus dan memperoleh perizinan, tanpa pernah memperhatikan aspek keberlanjutan ekologi dan daya tahan alam," tambah Anwar lagi. (MI/ICH)



