Enam Menteri Dijadwalkan Hadiri Muktamar NU
Metrotvnews.com, Makassar: Sebanyak enam orang menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Dua dijadwalkan menghadiri dialog pada Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Makassar.
"Sesuai dengan jadwal acara Muktamar ke-32 NU di Makassar yang berlangsung 22-27 Maret 2010, ada enam menteri yang akan hadir di Makassar," kata Sekretaris Panitia Lokal Muktamar NU ke-32 Amiruddin Aminullah, di Makassar, Jumat (19/3).
Keenam menteri yang dijadwalkan mengisi dialog pada Rabu (24/3) itu, adalah Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal Ahmad Helmi Faisal Zaini, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Setyaningsih.
Amiruddin mengatakan, pembukaan kegiatan akbar tersebut akan dilaksanakan pada 23 Maret 2010 di Celebes Convention Center (CCC), Makassar.
Muktamar yang baru pertama kalinya digelar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) itu, lanjutnya, akan dihadiri sekitar 3.500 peserta yang merupakan perwakilan pengurus NU dari 33 provinsi. Selain itu, juga akan dihadiri puluhan duta besar, peninjau dari luar negeri dan media asing.
Berkaitan dengan hal tersebut, ia mengatakan, Muktamar NU di Makassar harus menjadi lembaran baru bagi organisasi Islam ini dalam memperlihatkan kembali eksistensinya untuk mengawal dinamika perubahan yang terus saja terjadi.
Sementara itu, Pengurus Tanfidziyah NU Sulsel Prof DR Basyir Syam sebelumnya mengatakan, agenda utama Muktamar NU tersebut selain akan memiliki Ketua Umum Pengurus Besar NU, juga bertujuan memantapkan kiprah ormas Islam ini.
"Hal itu dimaksudkan agar NU kembali berfokus mengemban amanah sosial, pendidikan dan dakwah dan tidak terlibat dalam politik praktis," katanya.
Adapun para kandidat yang digadang-gadang menjadi ketua umum PBNU periode 2010 - 2015, yakni Slamet Effendy Yusuf, Ahmad Bagdja, Masdar Farid Mas`udi, Said Aqil Siradj, Ali Maschan Moesa, Salahuddin Wahid, dan Andi Jamaro Dulung. (Ant/ICH)



