NU Dinilai Hanya Bisa Masuk Politik Kebangsaan

Polkam / Jumat, 19 Maret 2010 17:28 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 pada 22-27 Maret nanti di Makassar, Sulawesi Selatan, pengamat politik Yudi Latif berharap organisasi ini kembali ke basis budaya pesantren. Sebab dengan ini, NU bisa menyanggah kekuatan bangsa.

"Tapi ketika NU masuk politik, maka jatuh bangun," kata Yudi dalam peluncuran dan bedah buku "Ahlussunah Wal Jama`ah: Tela`ah Historis dan Kontekstual" di Gedung DPR Jakarta, Jumat (19/3).

Yudi menceritakan, NU masuk ke dunia politik karena ada sikap otoriter di kepengurusan. Pernah berdirinya Partai NU, menandakan adanya kekuatan tandingan dari keotoriteran di tubuh NU.

"Tapi sekarang sudah enggak ada otoriter lagi, sekarang eranya demokrasi dan NU masih penting kembali ke basis kulturalnya, kembali ke khitah (asal) tapi tidak meninggalkan politik," pinta Yudi.

Yudi menyarankan, peran NU saat ini dapat dihadirkan dengan memberi makna pada partai politik yang ada. NU bisa masuk ke dalam pemikiran yang sempit. Caranya, NU bicara politik kebangsaan yang umum milik semua orang.

"Dengan membicarakan kepentingan umum untuk semua golongan," tandas Yudi.(Andhini)



Bookmark and Share

KOMENTAR [0]

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *