Susno Kembali Bersuara Lantang
Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji makin lantang. Dia mengatakan, kini Mabes Polri telah membentuk tim untuk mencari-cari kesalahannya.
"Saya sudah tahu ada tim yang dibentuk untuk mencari-cari kesalahan saya. Saya enggak tahu apakah tim akan membuat kesaksian palsu atau apalah," ujar Susno di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (19/3).
Menurut Susno, sebenarnya tak perlu dibentuk tim macam-macam. Apalagi, tambah dia, apa yang diungkapkannya adalah kebenaran.
"Ini salah satu bentuk tekanan yang mestinya tidak bagus begitu. Ada rapat yang bukan membahas apa yang saya laporkan, tapi membahas supaya mencari kesalahan supaya Susno tidak bersuara lagi," beber Susno.
Susno menjelaskan, apa yang dilaporkannya murni masalah korupsi. Tapi persoalan kemudian dibelok-belokkan sehingga dirinya diperiksa beberapa pihak seperti Propam, Irwasum, dan Binkup.
"Tim itu tidak perlu. Tangani dulu masalah pokoknya supaya masyarakat kita tahu bahwa polisi pada alur benar yang menangani masalah ini."
Terkait kasus dirinya, Susno juga mengimbau agar semua polisi tahu bahwa cara-cara seperti itu harus dihentikan. Soalnya, polisi itu bukan milik elite polisi, tapi milik rakyat.
"Saya ini membantu Kapolri. Saya ulangi lagi imbauan Kapolri jangan ada penghianat. Nah, yang pengkhianat itu siapa. Orang yang merusak polisi berkelakuan tidak beres," kata dia.
Susno menambahkan, mereka Merekayasa kasus. Berteman dengan markus, korupsi, terima suap, tidak peka terhadap keadilan pada masyarakat, dan pilih-pilih kasus.
Susno menyanggah bahwa menyebut ada jenderal yang menjadi markus. "Bukan jenderal, tapi orang luar. Para jenderal yang bertanggung jawab menangani kasus terlibat apa enggak itu tergantung pemeriksaaan," sanggahnya.(MI/ICH)




MAJU TERUS PAK SUSNO...!!! UNGKAP SEMUA BOROK POLISI
Pak Susno maju terus pantang mundur....
Semoga Allah SWT selalu melindungi Bapak dan keleuarga.
Semoga POLRI bisa berubah....
MOMOT & YUSUF KALLAH EMANG ADA BENARNYA MENUNJUKAN JATI DIRI KALAU DIAMAT-AMATI KEDUANYA ......."SEPERTI ORANG KOK.".
Penegak hukum selalu memakai kata "praduga tidak bersalah" dlm setiap akan menangkap pelaku pidana korupsi, sehingga sulit dan tidak mungkin bisa menangkap tanpa adanya "praduga salah". Dengan cara orang dalam yg masih mempunyai hati nurani atau mau berkorban (jk ikut terlibatpun) walau tersangkut, etung2 bertobat, atau menjadi pahlawan pemberantas koruptor, maka lebih baik mereka itu membongkar dengan memberi informasi pada lingkungan kerja masing2 pada KPK atau lembaga lain yg berwenang atau ... yg penting terbuka dulu, ke pers juga ok..
Segeralah Indonesia Jaya (adil, makmur sejahtera) dan Bersih (bebas KKN) !
maju terus pak kemenangan pasti memihak yang benar walau bapak sendiri, doa rakyat akan membantu bapak