Demokrat: Peluang PDIP Gabung Koalisi Makin Besar
Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan, peluang PDI Perjuangan bergabung dengan koalisi pendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semakin besar. "Boleh dipahami begitu. Tetapi saya kira PDI Perjuangan berpikir untuk jangka panjang," katanya Mubarok saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (20/3).
Sebelumnya, Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan partainya tidak lagi memosisikan diri sebagai partai oposisi, tetapi menjadi partai penyeimbang yang prorakyat.
Mubarok menjelaskan, pernyataan PDI Perjuangan itu merupakan tanggapan atas ide besar untuk melakukan koalisi tiga partai yang berdasar nasionalis dan demokratis, yaitu PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Golkar dalam menghadapi persaingan politik pada 2014.
"Ini namanya gayung bersambut. Sebab ide ini sudah lama dan pernah dibicarakan dengan Pak Tjahjo (Tjahjo Kumolo). Kalau tiga partai ini berkoalisi dan solid, maka bisa menjadi jangkar politik, sebab semua partai beraliran agama sedang merosot semua," katanya.
Dikatakan Mubarok, pada pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014 diperkirakan tidak ada lagi partai politik yang akan mendominasi menjadi pemenang, sehingga perlu ada koalisi parpol yang solid untuk mendukung pemerintahan mendatang.
"Pada 2014 , stok pemimpin nasional tidak ada, jadi harus dicari sejak awal untuk membangun koalisi besar, termasuk sistem rekruitmen. Parpolnya harus dari ideologi tengah, yang nasionalis religius. Tiga partai itu (PDIP, Partai Demokrat, Golkar) idenya demikian," katanya.
Mubarok mengatakan, meski ketiga partai itu memiliki kepentingan yang berbeda, prinsip politik ketiganya sama dalam menghadapi kepentingan di 2014. "Selama ini kita berbeda karena PDI Perjuangan ada Megawati, sementara Golkar sudah berubah dari partai pemerintah menjadi partai mandiri, sedangkan Partai Demokrat harus berusaha melanjutkan kemenangannya. Jadi, ketiga partai memiliki problem besar yang sama," katanya.
Namun, menurut Mubarok, pernyataan PDI Perjuangan itu bukan berarti sudah terjadi komunikasi PDI Perjuangan dengan Presiden Yudhoyono untuk bergabung dengan koalisi dalam waktu dekat. "Komunikasi lebih dalam belum ada, PDI Perjuangan masih menunggu kongres, Demokrat juga akan kongres," kata Mubarok. (Ant/DOR)




Satu lagi! Rakyat tdk butuh dgn caruk maruk nya keadaan memanas nya situasi politik akhir2 ini, yg rakyat butuhkan adalah stabil nya daya beli masyarakat thd kebutuhan2 hidup nya termasuk lbh bnyak kesempatan lapangan pekerjaan. Kalo memang ada kasus2 besar yg tdk terungkap di pengadilan dunia biarlah pengadilan akhirat yg memvonis nya.Yg penting utk saat ini & ke depan NEGARA INI TENTRAM,SEMUA PARTAI POLITIK RUKUN,HIDUP RAKYAT BISA LBH BAIK. Itu saja!
Jgn syuudzon dulu berpikirlah positif terlebih dahulu. Kalo memmang bergabungnya 3 partai besar ini akan membawa perubahan besar thd kesejahtaraan & taraf hidup rakyat yg lbh layak, knp tidak! Toh yg di harafkan rakyat banyak bkn mslh oposisi & koalisi nya, yg penting hidup rakyat tdk kesusahan, itu saja.PDI jd oposisi juga toh ga ada ngaruh nya buat khidupan rakyat.Ya barangkali kalo ke 3 partai besar ini bersatu siapa tahu perubahan besar itu akan terealisasi.Dari pd saling fitnah & ancam2an trs malah bikin pusing & tersumbat nya pembangunan ini.
i
Wah gawat, tiga-tiganya penjahat, mudah-mudahan Allah melindungi Indonesia dari kedzaliman...amin.
Ya silahkan aja monggo mas... goyang dangdut...tarrrriiik kang.
eh mubarok lagi ?????????????/
mubarok lagi..................... mubarok lagi..................... kagak kapok2 si mubarok komentar.
Udah deh mubarok, jangan ngomong dong, buat kapasitas otak kamu yg pas2an, nalar kamu gak bakalan nyambung dengan politik apapun konteksnya.
Lebih baek diem aja, nikmati kursi wakil ketua umum PD dan uang saku bulanan tanpa harus komentar2 yg kagak ada nilai ilmiahnya.
Biar kader PD lain aja yg ngomong, kamu diem aja.
Gitu ya mubarok ya...