AS Menganggap Pasar Indonesia Belum Penting
Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia belum menjadi pasar potensial buat investasi Amerika Serikat. Pasalnya ketersediaan infrastruktur dan energi memadai di Indonesia sangat minim.
"Ekspor AS ke Indonesia saja hanya 0,5 persen. Tak heran kalau Obama membatalkan kedatangannya ke Indonesia," ungkap pengamat ekonomi Lembaga Riset Danareksa Purbaya Yudhie Sadewa pada diskusi Polemik Batalnya Kedatangan Obama di Jakarta, Sabtu (20/3).
Menurut Purbaya, porsi potensi investasi Indonesia di mata AS terbilang rendah. Padahal porsi ekspor Indonesia mencapai 10-12 persen saat ekonomi AS bagus.
"AS malah memilih kerja sama dengan Singapura yang negaranya lebih kecil daripada Indonesia," ujar dia.
Selama ini jumlah penduduk yang sebagian besar menganut Islam sebagai alasan agar AS memandang Indonesia sebagai negara yang patut diperhitungkan. Tapi, tambah Purbaya, aliran investasi tak bisa datang hanya dengan mengandalkan alasan itu.
"Kalau dapat akses dapat pasar bebas ke AS maka kita yang akan diuntungkan, tapi pemerintah harus benahi masalahnya dulu," katanya.
Indonesia selama ini hanya dianggap sebagai lahan bagi AS untuk mengusahakan sektor pertambangan. AS tercatat menguasai kontrak jangka panjang untuk sektor ini. Namun, sepertinya hal tersebut bakal menemui persoalan karena lawatan kepala negara biasanya dititipi pesan bisnis dari para pengusaha AS untuk mengamankan kontrak dan tender yang berbau pertambangan.
"Sebenarnya bisa jadi ajang perbaiki perjanjian kontrak jangka panjang, tapi sulit kalau Indonesia dapat iming-iming dari mereka," ucap Purbaya.(MI/ICH)




wajar, karena komoditi export AS bersifat high technology; harga mahal dn belum terjangkau oleh rakyat bawah. Tapi tetap harus dilakukan komunikasi bilateral intensif, untuk keamanan dan perdamaian dunia seperti yang dimndaykan oleh UUD 45