Merasa seharian sudah lelah beraktivitas, bertemu kemacetan sepulang kerja, pekerjaan menumpuk, makan cukup bahkan kenyang, tapi masih susah tidur? Ada baiknya Anda kenali penyebab susah tidur. Insomnia Tipe insomnia yang membuat Anda terbangun di tengah malam atau di pagi-pagi buta, menurut ahli saraf dan psikiater Dr. Yan-Go, bisa disebabkan faktor eksternal dan internal. Sekali-sekali mengalami tidur malam yang buruk masih normal. Akan tetapi, jika gangguan tidur Anda menjadi kronis, ada baiknya melakukan pengobatan. Sleep apnea Jika Anda terbangun di pagi hari dengan perasaan mengantuk, mudah marah, sedih, mudah lupa dan sakit kepala, kemungkinan Anda mengalami sleep apnea. Sleep apnea merupakan gangguan pernapasan terkait tidur yang menyerang sekitar 20 juta orang, khususnya saat hamil. Makan saat tidur (sleep eating) Jika Anda mengalami pertambahan berat badan dan menemukan dapur dalam keadaan kacau di pagi hari, berkonsultasilah dengan dokter mengenai kemungkinan Anda mengalami gangguan makan saat tidur. Jet lag Sering bepergian melewati lebih dari dua zona waktu? Jet lag bisa menjadi tantangan serius. Jet lag membuat Anda kurang peka, pusing dan mengganggu tidur. Menopause Semakin dekat Anda memasuki masa menopause, durasi tidur juga semakin berkurang. Menurut sebuah survei dari National Sleep Foundation, saat perempuan berhenti menstruasi (antara usia 45 dan 51), sekitar 61 persen melaporkan tidak bisa tidur atau tidak bisa tetap tertidur selama beberapa malam dalam seminggu. Narcolepsy Narcolepsy diyakini disebabkan kelainan genetik yang mencegah tubuh menyerap atau memproduksi hypocretin dalam jumlah cukup. Orang-orang dengan gangguan ini sering jatuh tertidur berulang-ulang sepanjang siang hari dan kebalikannya sering terbagun sepanjang malam. Kaki capek Sindrom kaki capek merupakan kondisi yang mencakup sensasi nyeri, sakit, kesemutan, atau sensai terbakar di kaki. Kondisi ini membuat Anda kesulitan tertidur. Kenali gejala yang Anda alami lalu atasi. (MI/*****)