Jumlah Buta Aksara di Jatim 1,2 Juta Orang

Nusantara / Jumat, 30 Juli 2010 12:26 WIB

Metrotvnews.com, Surabaya: Jumlah penyandang buta aksara di Jawa timur hingga tahun ini masih tercatat sebanyak 1,2 juta orang. Jumlah tersebut tersebar di 33 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

"Ini menjadi pekerjaan kita bersama untuk bisa mengatasinya, dan Pemprov Jatim sangat intens untuk memperkecil angka tersebut melalui beberapa program," kata Sekretaris Pemprov Jatim Rasiyo saat pembukaan Jambore PTK-PNF di gedung Cak Durasim Surabaya, Jumat (30/7).

Menurutnya, jumlah 1,2 juta adalah warga yang usianya di atas 45 tahun, yakni dengan batasan 45-65 tahun sebanyak 300 ribu orang dan di atas 65 tahun sebanyak 900 ribu orang.

Untuk program pemberantasan buta aksara sejak 2008 hingga 2009, Pemprov Jatim telah mampu menekan jumlah buta aksara usia 45-65 tahun hingga 3,94%. Yakni pada 2008 dari sebesar 247 ribu orang menjadi 159.430 orang. Sedangkan untuk jumlah buta aksara 65 tahun ke atas pada 2009 masih ada sekitar 2 juta orang.

Dari data tahun lalu, maka bisa diketahui terjadi peningkatan untuk usia 45-65 tahun. Namun, untuk usia di atas 65 tahun mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni dari sekitar 2 juta orang hanya tersisa 900 ribu orang saja.

"Dari jumlah itu dapat diketahui, bahwa warga yang masih buta aksara di Jatim didominasi usia tua. Untuk usia 15-45 tahun tidak terdeteksi adanya buta aksara," katanya.

Ia menuturkan, dengan data warga usia remaja yang sudah terbebas dari buta aksara ini menjadi indikasi suksenya pencanangan program dari Pemprov Jatim dalam memberantas buta aksara.

Sejak 2007 telah dicanangkan wajib belajar (wajar) sembilan tahun dan telah berhasil dilaksanakan. Kini, pihaknya pun mulai menerapkan wajar 12 tahun.

"Melalui program wajar Sembilan hingga 12 tahun ini memliki peran penting dalam memberantas buta aksara di tingkat anak-anak hingga remaja," ujarnya.

Adapun target dalam menuntaskan buta huruf di Jatim untuk usia 45 tahun ke atas ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan akan menggandeng beberapa lembaga atau instasi setempat di antaranya, Korpri, PKK, Bunda Paud, dan beberapa basis massa atau organisasi massa (Ormas) lainnya. (MI/ICH)



Bookmark and Share

KOMENTAR [1]

  • APAKAPLUK, Minggu, 1-Agustus-2010

    Lebih baik buta aksara dari pada buta akan kebenaran

KIRIM KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar Anda
Kode Keamanan
 

© 2004 - 2012 MetroTVNews.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email webmetro@metrotvnews.com
FANS INGIN BARCA REKRUT GARETH BALE DARI SPURS   *   USAI DIRAWAT AKIBAT PNEUMONIA, LEGENDA SEPAK BOLA PORTUGAL EUSEBIO DIIZINKAN PULANG   *   PRESIDEN OBAMA UCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU PADA WARGA DUNIA   *   FERGIE KECEWA MU DIKALAHKAN BLACKBURN 2-3   *   INDONESIAN POLICE CONTINGENT IN SUDAN PRESENTED FINANCIAL ASSISTANCE TO REFUGEES IN THE DARFUR REGION   *   MICHAEL ESSIEN AKAN KEMBALI BELA CHELSEA MEDIO JANUARI 2012   *   KORBAN TEWAS AKIBAT BADAI THENE DI INDIA JADI 42 ORANG   *