Malik Haramain: DPR Didera 2 Masalah
Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Malik Haramain menerima kritik masyarakat lewat pemberitaan wakil rakyat yang membolos. "Soal pemberitaan ini kritik, saya akan memperbaiki," kata Malik di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/7).
Sebelum sanksi turun dari Badan Kehormatan dan Fraksi PKB, kata Malik, ia berusaha memperbaiki diri. Saat ini ia konsen terhadap sejumlah rancangan undang-undang. Malik menjelaskan, selama ini ia tidak pernah izin. Tapi hanya masuk dan membolos.
Ia telah meminta kepada stafnya untuk mengecek tanggal berapa saja ia membolos. "Karena selama ini saya tidak pernah izin atau sakit," kata Malik. Pada rapat 5 April 2010, ia berada di daerah pemilihan, pada 20 April 2010 ia tidak ingat. Lalu, pada 17 Juni 2010 ia datang terlambat. Terakhir, pada 18 Juni 2010 ia tidak ingat.
Malik setuju DPR haru memperbaiki kinerjanya. Namun, kata Malik, kontrol kehadiran di absen tidak hanya dilakukan di rapat paripurna, tapi juga di pansus, komisi, dan alat kelengkapan lain. "Saya minta pimpinan juga mengecek di pansus dan komisi kalau mau serius," kata Malik.
Menurut Malik, DPR didera dua masalah: disiplin dan produktifitas anggota. Karena itu, ia setuju jadal musti diperketat. "Heran bagaimana mungkin orang kaya Arif Wibowo (DPI Perjuangan) dinilai hanya masalah absensi. Jadi, masalah kinerja jangan diukur lewat paripurna saja, tapi di fraksi, komisi dan alat kelengkapan DPR lainnya," kata Malik.(Andhini)



